Jakarta (ANTARA) - Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa terdapat seorang anak di Jepara, Jawa Tengah, yang ingin menjadi pelopor kekerasan sadistik di sekolah.
Anak berusia 14 tahun tersebut tergabung dalam true crime community yang memiliki paham ekstremis dan ideologi kekerasan ekstrem.
"Ini bisa ditangani oleh Densus 88 bersama dengan Polda Jawa Tengah," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.
Dalam video yang ditunjukkan Mayndra pada konferensi pers, anak tersebut memperagakan menggunakan senjata api di lingkungan sekolah sebagai bentuk simulasi sebelum melakukan aksi.
"Yang bersangkutan ingin menjadi trigger atau menjadi pelopor dari kekerasan yang dilakukan atas nama TCC (true crime community)," ucapnya.
Setelah dilakukan intervensi oleh Densus 88 bersama kementerian/lembaga lainnya, anak tersebut masih tetap ingin melakukan kekerasan.
Mayndra juga mengungkapkan bahwa anak tersebut pernah membawa pisau ke sekolah dan bahkan memiliki koneksi internasional dengan REDA selaku pendiri kelompok Berber Nationalist Third-positionist Group (BNTG) di Prancis.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Densus ungkap anak di Jepara ingin jadi pelopor kekerasan di sekolah

Komentar