
Polda Kepri kerahkan rantis Karhutla padamkan kebakaran bengkel di Tanjung Uncang

Batam (ANTARA) - Direktorat Samapta Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengerahkan kendaraan taktis (rantis) Karhutla dan tujuh personel pengamanan dan penyelamatan (pamat) dalam membantu pemadaman kebakaran sebuah bengkel di Tanjung Uncang, Kota Batam, Sabtu malam.
Direktur Samapta Polda Kepri Kombes Pol. Joko Adi Nugroho menyebut, pengerahan Rantis Karhutla Samapta Polda Kepri dan personel Pamat tersebut sebagai inisiatif jajarannya dalam membantu Pemadam Kebakaran Kota Batam menangani kebakaran yang terjadi di samping Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.
“Kami inisiatif mengerahkan kendaraan taktis Karhutla yang membawa 2.000 liter air untuk membantu proses pemadaman,” kata Joko.
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, api yang membesar dan kepulan asap hitam membumbung ke udara menarik perhatian masyarakat yang khawatir api dapat merambat ke wilayah lainnya, terutama objek vital lainnya, seperti masjid dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Batam telah dikerahkan untuk memadamkan kobaran api.
Hingga pukul 20.40 WIB, dilaporkan api sudah dapat dipadamkan, saat ini masih dilakukan pendinginan. Objek yang terbakar adalah bangunan bengkel yang berisi ribuan ban bekas berbagai jenis kendaraan dan alat berat.
Kebakaran tersebut membuat arus lalu lintas di jalan utama Tanjung Uncang baik dari arah Barelang menuju Batu Aji atau sebaliknya menjadi macet.
Peristiwa kebakaran terjadi pada jam pulang pabrik, sehingga banyak kendaraan yang melintas, ditambah aktivitas masyarakat yang menyaksikan kobaran api.
“Alhamdulillah api sudah berhasil dipadamkan, informasi awal tidak ada korban, tapi masih dipastikan lagi termasuk penyebab kebakaran dan kerugiannya. Saat ini anggota masih bertugas di lapangan,” kata Joko.
Joko mengimbau masyarakat Kota Batam untuk meningkatkan kehati-hatian terutama di musim kemarau dan musim angin Barat saat ini, agar tidak membakar sampah sembarangan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Video kebakaran di samping Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah tersebut tersebar luas di media sosial karena kobaran api yang cukup besar dengan asap hitam mengepul membuat khawatir warga sekitar.
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
