DKPP Batam giatkan petani jual cabai lokal di 30 titik

id kepri batam,dkpp batam,cabai ,cabai corner,operasi pasar

DKPP Batam giatkan petani jual cabai lokal di 30 titik

Penjualan cabai di Operasi Pasar Khusus DKPP Batam di Nongsa, Sabtu (10/1/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) dan petani menggiatkan penjualan cabai lokal melalui program 'cabai corner' yang kini tersebar di 30 titik di berbagai wilayah kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala DKPP Kota Batam Mardanis mengatakan cabai corner dirancang sebagai skema pemasaran langsung hasil panen petani lokal dan memutus rantai tengkulak.

“Konsepnya seperti dropship. Produksi dari petani kita salurkan lewat mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mengelola cabai corner di masing-masing wilayah,” ujar Mardanis saat dihubungi di Batam, Senin.

Saat ini, DKPP Kota Batam mendampingi pengembangan cabai seluas sekitar 15 hektare yang dikelola petani binaan, dan menjalin kemitraan dengan 30 KWT untuk menjalankan penjualan di masing-masing cabai corner.

Ia menjelaskan alur penjualan dimulai ketika petani menginformasikan jadwal dan estimasi jumlah panen. DKPP Kota Batam kemudian membuka pemesanan melalui grup komunikasi cabai corner.

“Tiap cabai corner memesan dari hasil panen tersebut, Besoknya cabai dipacking dan kami antar langsung ke titik cabai corner yang dikelola ibu-ibu KWT,” katanya.

Baca juga: Disnaker Batam catat 14 ribu pencari kerja berhasil terserap pasar kerja 2025

Memasuki 2026, DKPP Kota Batam berencana terus menggiatkan cabai corner seiring meningkatnya panen cabai lokal untuk mengendalikan inflasi, terutama menjelang masa rawan kenaikan harga seperti puasa.

Selain cabai, cabai corner juga menyediakan komoditas pangan lain seperti telur dan sayuran.

Mardanis mengatakan ke depan, DKPP Batam menargetkan pengembangan hingga 100 titik cabai corner dengan kapasitas distribusi satu hingga dua ton per hari se-Batam.

“Kami juga usahakan agar tiap corner dapat menjual minyak dan beras ke depan,” kata dia.

Lalu ia menambahkan pasokan cabai dari luar daerah tetap dilakukan untuk menutup kekurangan produksi lokal.

DKPP Batam juga rutin menggelar operasi pasar khusus cabai di sejumlah wilayah seperti Nongsa, Sagulung dan Sei Beduk.

“Kami lakukan operasi pasar khusus komoditas tertentu, misalnya cabai, lalu dilakukan di titik beda-beda. Kemarin Sabtu kami lakukan operasi pasar khusus di Nongsa, sekitar 100 kg cabai merah,” kata dia.

Saat ini, harga cabai merah di Batam berada di kisaran Rp42 ribu per kilogram.

Di Batam, harga cabai dapat mencapai kisaran Rp60 ribu - Rp70 ribu per kilogram saat komoditas langka, dan sempat tinggi pada Desember akibat gangguan pasokan dari Sumatera Utara dan Aceh.

“Sekarang pasokan dari Medan dan Aceh sudah kembali normal, sehingga harga mulai stabil,” kata Mardanis.



Baca juga: Sumbar terima bantuan bencana Rp4,56 miliar dari Pemkot Batam

Pewarta :
Uploader: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE