
Disparbud: Kunjungan Wisman ke Batam Belum Memuaskan

Batam (Antara Kepri) - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari-Maret 2013 belum memuaskan karena baru seperempat dari target 2013.
"Angkanya mencapai sekitar 311 ribu kunjungan wisatawan asing. Angka tersebut belum memuaskan karena target pada 2013 adalah 1,25 juta," kata dia di Batam, Sabtu.
Menurut Yusfa, belum maksimalnya kunjungan wisatawan asing ke Batam pada tiga bulan pertama dikarenakan negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Korea, India, Filipina, China belum memasuki musim liburan.
"Selama ini negara-negara tersebut menjadi penyumbang wisatawan terbesar. Kami harap mulai pertengahan tahun, jumlah wisatawan dari negara-negara tersebut meningkat," kata Yusfa.
Ia juga mengatakan, sebagian besar even yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Batam akan diselenggarakan pada pertengahan hingga akhir tahun.
"Trennya memang saat pertengahan sampai akhir tahun akan ada peningkatan kunjungan wisatawan asing. Kami masih tetap yakin target tersebut terpenuhi," kata dia.
Pada 2012, jumlah kunjungan wisman ke Batam mencapai 1,2 juta. Berbagai even seperti Batam Great Sale, ASEAN Jazz Festival, Kenduri Seni Melayu dan even budaya lain menjadi unggulan daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Guntur Sakti menargetkan pada 2013 kunjungan wisatawan asing ke Kepulauan Riau mencapai 1,9 juta.
Batam ditargetkan menjadi penyumbang terbanyak hingga 1,25 juta selain Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan Karimun yang selama ini juga menyumbang wisman cukup banyak.
"Batam selama ini memang menjadi penyumbang utama. Jadi kami harap tahun ini kunjungan wisatawan aing ke Batam juga terus meningkat," kata Guntur.
Ia mengatakan, semua daerah di Kepri mengajukan beberapa tempat wisata unggulan yang akan dikembangkan menjadi tujuan wisata utama.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
