Logo Header Antaranews Kepri

Habibie Rintis Industri Pesawat di Batam

Rabu, 1 Mei 2013 15:32 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan mantan Presiden BJ Habibie menyampaikan komitmen untuk merintis industri pesawat terbang di Bandara Internasional Hang Nadim, Kepulauan Riau.

"Beberapa waktu lalu Pak Habibie sudah menyampaikan komitmennya untuk merintis industri penerbangan di Batam. Ia menyatakan hanya akan merintis selama tiga tahun, setelah itu pensiun dan menyerahkan pada anak-anak terbaik bangsa ini," kata dia di Batam, Rabu.

Hal tersebut, kata Djoko, disampaikan pada Kepala BP Batam Mustofa Widjaja dan sejumalah petinggi BP Batam di Jakarta saat penandatanganan pengalokasian 62 hektare dari 100 hektare lahan yang akan dibangun perkantoran, hanggar, perbaikan dan perawatan berat (maintenance, repair and overhaul/MRO) oleh PT Indonesia Aero Maintence (IAM) dan Habibie di perusahaan ituy adalah ketua dewan komisaris.

"Habibie mengatakan hanya mempersiapkan perusahaan. Suatu saat nanti pemerintah diharapkan yang akan mengambil perusahaan industri pesawat itu," kata dia.

Djoko mengatakan, Habibie yang juga pernah menjabat kepala Otorita Batam (sekarang BP Batam) sekitar 18 tahun yakin dalam tiga tahun perusahaan tersebut akan berkembang pesat sehingga sudah bisa berjalan sendiri.

"Tujuan lain dari Habibie merintis perusahaan pesawat di Batam untuk lebih mendapat manfaat dari posisi Batam yang lebih strategis. Bukan hanya Singapura dan Malaysia yang mendapatkan manfaat," kata Djoko saat memperdengarkan rekaman pidato Habibie.

BP Batam mengalokasikan lahan 100 hektare di Bandara Internasional Hang Nadim untuk PT IAM. Pada tahap pertama perusahaan itu akan melakukan pembangunan pada lahan 62 hektare.

"Untuk tahap awal fasilitas yang dibangun akan mampu menampung sekitar 12 pesawat berukuran besar," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan.

Untuk tahap kedua, kata Ilham, IAM akan mengembangkan lahan seluas 15 hektare untuk pengerjaan fasilitas jalan akses untuk "engine shop" dan gudang suku cadang.

Sementara tahap ketiga akan pembangunan hanggar "air frame", MRO, dan beberapa bangunan penunjang termasuk pembangunan "paint shop".

"Semua direncanakan akan selesai pada 2016. Mereka menargetkan akan mampu memperbaiki sekitar 70 persen pesawat dari maskapai dalam negeri yang selama ini masih harus menjalani perawatan di luar negeri," kata Ilham. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026