Logo Header Antaranews Kepri

Natuna pantau lokasi karhutla melalui operasi udara dan darat

Rabu, 1 April 2026 12:37 WIB
Image Print
Helikopter BNPB di Natuna, pada Senin (30/3/2026). ANTARA/HO-Pemkab Natuna

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melakukan operasi udara berupa patroli udara dan darat untuk memantau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah setempat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna Raja Darmika dikonfirmasi dari Batam, Rabu, mengatakan dalam beberapa hari terakhir telah terjadi kebakaran di Natuna.

Total luas lahan yang terbakar tersebut diperkirakan 400 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan di daerah itu.

Ia menjelaskan sejumlah lokasi yang terdampak karhutla antara lain Kecamatan Bunguran Batubi, Bunguran Barat, Bunguran Timur, dan Bunguran Timur Laut.

Upaya pemantauan terus dilakukan untuk memastikan perkembangan lokasi api sebab akan dilakukan operasi pemadaman melalui metode water bombing atau bom air. Water bombing merupakan upaya pemadaman api dengan cara menjatuhkan air dari udara ke lokasi-lokasi api.

“Saat ini masih tahap persiapan, kami melakukan patroli untuk memantau kondisi di lapangan,” ucap dia.

Raja Darmika menambahkan operasi water bombing rencananya menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemkab Natuna kepada pemerintah pusat. Selain helikopter, BNPB juga memberikan dukungan pesawat untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Ia berharap, langkah yang diambil mampu memadamkan api, sehingga luas lahan yang terbakar tidak bertambah.

"Upaya tersebut dilakukan guna mempercepat proses pemadaman karhutla, dengan menyesuaikan kondisi awan di wilayah Natuna," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026