Logo Header Antaranews Kepri

GE Bangun "High Bay" Perluas Manufaktur Batam

Rabu, 15 Mei 2013 21:39 WIB
Image Print

Jakarta (Antara Kepri) - GE Oil & Gas memperluas manufaktur di Batam dengan membangun fasilitas 'high bay' untuk memproduksi rangkaian peralatan eksplorasi bawah laut yang akan meningkatkan muatan produksi lokal pada teknologi GE.

Dari siaran pers yang diterima Rabu, disebutkan produksi 'Vertical Subsea Tree' di Batam ini akan menjadi yang pertama dilakukan di kawasan Asia Pasifik.

Ekspansi tersebut nantinya akan menciptakan lebih dari 30 lapangan kerja baru setelah resmi beroperasi sepenuhnya.

"Investasi ini menegaskan komitmen kami untuk meningkatkan teknologi dan solusi GE di Indonesia secara lokal," kata Manajer Umum Regional GE Oil & Gas Asia Pasific, Visal Leng.

Menurut dia, sejak 2011, GE Oil & Gas telah menginvestasikan lebih dari 12 juta dolar AS di Batam untuk pengembangan pabrik, peningkatan kualitas teknologi dan lokakarya high bay terbaru.

"Kami berinvestasi tidak hanya pada aset fisik dan peralatan, tapi juga membangun kemampuan sumber daya lokal melalui alih teknologi dan keahlian langsung dari global kepada tim lokal di Batam," katanya.

Menurut dia, tenaga kerja yang akan bertugas di fasilitas high bay untuk vertical subsea tree tersebut akan dilatih sesuai standar prosedur dari GE Oil & Gas Center of Excellence di Skotlandia.

Dia menambahkan pembangunan high bay dijadwalkan akan selesai pada Juni 2013, sementara produksi subsea tree pertama diharapkan dapat dimulai pada November 2013.

Pihaknya berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia terutama di sektor migas. Dia menilai salah satu tantangan dalam industri migas adalah kurangnya tenaga ahli di sektor migas secara global.

Tantangan tersebut, menurut dia, harus mampu dijawab oleh perusahaan migas. "GE dapat memberikan kontribusi dalam bidang ini dan membantu Indonesia mengembangkan SDM yang kuat," katanya.

Pada Februari 2013 silam, Chairman dan CEO GE Jeff Immelt mengumumkan rencana GE untuk menginvestasikan sebanyak 300 juta dolar AS selama lima tahun ke depan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Investasi ini meliputi perluasan fasilitas manufaktur subsea di Batam dan pendirian GE Learning and Technology Center yang merupakan kemitraan dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), Garuda Indonesia dan Pertamina. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026