Logo Header Antaranews Kepri

Polisi: Bendahara RSBP Batam diduga kuat meninggal karena bunuh diri

Jumat, 20 Februari 2026 10:43 WIB
Image Print
Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian, Kamis (19/2/2026). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Batam (ANTARA) - Penyidik Satreskrim Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau, mengungkap perkembangan terbaru terkait kasus kematian bendahara Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Sapto Agus Rinusgroho.

Kasatreskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan bahwa berdasarkan rangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh pihaknya, diduga kuat penyebab kematian korban adalah tindakan bunuh diri.

“Diduga kuat bunuh diri,” ujar Debby di Batam, Jumat (20/2/2026).

Menurut perwira menengah Polri itu, Sapto diduga bunuh diri karena persoalan pribadi.

Pihaknya juga tidak menemukan adanya indikasi korban meninggal dunia terkait dengan isu kasus korupsi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melapor ke polisi jika menemukan indikasi atau kecurigaan adanya tindak pidana lain terkait kematian Sapto.

“Silahkan melaporkan kepada kami. Karena penyelidikan yang ada saat ini adalah diduga kuat yang bersangkutan bunuh diri karena memiliki masalah pribadi,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, dugaan itu mengarah dari ditemukannya sejumlah barang pribadi milik korban, termasuk sepeda motornya.

Sepeda motor tersebut sebelumnya dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak Sapto dinyatakan hilang, lalu ditemukan terparkir di semak-semak di kawasan Sei Gong, Galang.

Selain itu, hasil penelusuran terhadap alat komunikasi yang bersangkutan mengindikasikan adanya persoalan pribadi yang memicu melakukan tindakan bunuh diri.

Begitu juga dengan hasil visum terhadap jasad Sapto tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Kasus ini bermula ditemukannya jasad pria tanda identitas yang mengapung di perairan Air Dapur Luar, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, oleh seorang nelayan pada Sabtu (14/2) pukul 08.00 WIB.

Jasad Saptu ditemukan tersangkut di bubu atau perangkap ikan milik nelayan tersebut. Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Galang, lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk identifikasi.

Identitas Sapto terkonfirmasi setelah identifikasi dilakukan pihak kepolisian. Kemudian dipublikasi melalui akun media sosial RSBP Batam yang mengucapkan belasungkawa pada Senin (15/2).




Sangkalan: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran bunuh diri, segera konsultasikan ke psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental terdekat.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polresta Barelang duga kuat Bendahara RSBP Batam meninggal bunuh diri



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026