Logo Header Antaranews Kepri

Pakistan lancarkan serangan udara ke Afghanistan

Senin, 23 Februari 2026 11:34 WIB
Image Print
Arsip foto - Militer Pakistan berjaga di gerbang perbatasan dengan Afghanistan. (ANTARA/Anadolu/aa.)

Istanbul/Karachi (ANTARA) - Jet-jet tempur Pakistan melancarkan serangan udara di wilayah timur dan tenggara Afghanistan, Minggu (22/2) dini hari, menargetkan lokasi yang disebut sebagai tempat persembunyian militan, sementara otoritas Afghanistan melaporkan jatuhnya korbanwarga sipil dan berjanji akan melakukan pembalasan.

Melalui platform media sosial X, Kementerian Penerangan Pakistan menyatakan serangan lintas batas itu menghantam "tujuh kamp dan tempat persembunyian teroris" yang disebut milik Taliban Pakistan dan kelompok ISIS Khorasan.

Kementerian itu menyatakan memiliki "bukti kuat" bahwa serangan bom bunuh diri baru-baru ini, termasuk satu di ibu kota Islamabad, direncanakan dan dilancarkan dari wilayah Afghanistan.

Baca juga: AS siagakan pesawat pembom B-2

Menteri Negara Urusan Dalam Negeri Pakistan Talal Chaudhry mengatakan kepada stasiun televisi Geo News bahwa sedikitnya 70 "teroris" tewas dalam serangan tersebut, mengutip laporan awal.

Kementerian Pertahanan Afghanistan dalam pernyataan yang diunggah di X mengatakan bahwa "respons yang tepat dan terukur" akan diambil pada waktu yang sesuai.

Kementerian Luar Negeri Afghanistan memanggil Duta Besar Pakistan untuk Kabul Ubaid Ur Rehman Nizamani dan menyerahkan nota protes atas serangan udara tersebut.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Enayatullah Khwarazmi dan juru bicara pemerintah Zabihullah Mujahid mengatakan serangan tersebut menewaskan dan melukai puluhan perempuan dan anak-anak.

Pakistan dalam beberapa tahun terakhir mengalami lonjakan kekerasan militan, yang sebagian besar dituding dilakukan oleh Taliban Pakistan dan kelompok separatis terlarang, Baloch.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pakistan lancarkan serangan ke Afghanistan, Kabul ancam membalas



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026