
Pemkab Bintan gandeng pihak swasta intervensi gizi ribuan siswa

Bintan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau menggandeng pihak swasta dalam melakukan intervensi gizi terhadap ribuan siswa melalui program Japfa For Kids.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2025 itu bertujuan menurunkan angka malnutrisi (gizi buruk dan gizi kurang) serta mendorong pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan siswa.
"Untuk di Bintan program ini menyasar 13 sekolah dasar dengan total 2.318 siswa yang tersebar di Kecamatan Toapaya dan Gunung Kijang yang dilaksanakan sejak Maret 2025," katanya di Bintan, Selasa.
Bupati Roby mengapresiasi pelaksanaan program Japfa for Kids yang dinilai sebagai bentuk kolaborasi nyata antara sektor swasta dan pemerintah dalam upaya meningkatkan gizi anak di Bintan.
Menurut dia kolaborasi yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan tentu akan memberikan dampak signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi anak. Ia berharap program ini dapat terus berjalan dan diperluas cakupannya agar semakin banyak anak yang merasakan manfaatnya.
Pemerintah Kabupaten Bintan memastikan pengawasan dan pendampingan program dilakukan secara optimal melalui Dinas Kesehatan bersama jajaran puskesmas. Selain itu, peran tenaga pendidik di sekolah turut diharapkan dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
"Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan swasta, diharapkan upaya peningkatan kualitas gizi anak dapat berjalan maksimal demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," ucap Roby.
Baca juga: Pemprov Kepri operasikan dermaga apung Rp2,7 M di Lingga
Sementara Head of Operation Sumatera PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk Anwar Tandiono menjelaskan bahwa pada tahun 2025 program Japfa for Kids menargetkan 16.000 siswa terperiksa di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Bintan.
Ia menyampaikan strategi utama program adalah pemberian asupan protein hewani berupa satu butir telur setiap hari selama enam bulan kepada anak dengan status gizi kurang.
Selain itu, dilakukan monitoring berat badan dan tinggi badan siswa setiap bulan melalui aplikasi JAPFA for Kids, lalu pelaksanaan Hari Sehat JAPFA untuk menanamkan Empat Pilar Gizi Seimbang, serta pelatihan bagi guru PJ dan orang tua.
“Distribusi telur telah terlaksana sebanyak 25 kali, dengan total 65.029 butir telur yang disalurkan kepada 184 anak malnutrisi. Tingkat konsumsi telur di sekolah mencapai 86,82 persen,” jelas Anwar.
Ia turut memaparkan dari total 2.318 siswa, tercatat 216 anak (9,32 persen) memiliki tantangan status gizi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 193 siswa telah berpartisipasi dalam program pendampingan, dan hingga Januari 2026 sebanyak 144 anak menunjukkan perbaikan status gizi.
"Perkembangan ini mencerminkan adanya perbaikan yang terjadi secara bertahap melalui upaya bersama," katanya pula.
Baca juga: SPPG Kepri pastikan dapur MBG layani siswa dengan menu khusus selama bulan Ramadhan
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
