Logo Header Antaranews Kepri

Bulog Batam catat realisasi beras SPHP capai 428 ton hingga Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026 15:29 WIB
Image Print
Gubernur Kepri Ansar Ahmad (kanan) dan Kepala Cabang Bulog Batam (kiri) sedang mengecek beras di operasi pasar yang dilaksanakan di Kota Tanjungpinang, Kepri. (ANTARA/HO-Bulog Batam)

Batam (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat realisasi penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2026 hingga 25 Februari telah mencapai 428 ton di daerah Kota Batam dan Kabupaten Karimun.

“Realisasi SPHP 2026 sampai 25 Februari totalnya 428 ton. Untuk bulan Januari 282 ton dan bulan Februari sampai tanggal 25 itu 146 ton. Ini gabungan Batam dan Karimun karena Bulog cabang Batam membawahi dua daerah itu,” kata Kepala Cabang Bulog Batam Guido XL Pereira saat dihubungi di Batam, Kamis.

Ia menyebut, angka Januari tergolong cukup tinggi dan menunjukkan tren peningkatan.

“Mulai ada peningkatan di bulan Januari. Karena sepanjang 2025 lalu, rata-rata penjualan SPHP di Batam berada di kisaran 200 ton per bulan,” kata dia.

Untuk realisasi 2025, total penyaluran SPHP tercatat 986 ton. Saat ini, Guido mengatakan sisa kuota yang harus disalurkan masih sekitar 2.720 ton, dengan capaian 41 persen dari target yang tersedia.

Kepala Cabang Bulog itu menegaskan program SPHP sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras, sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

“Program ini sangat dibutuhkan untuk stabilisasi harga pangan, khususnya beras. Bantuan pangan juga sangat membantu meringankan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia mengakui operasi pasar dan pasar murah yang digelar bersama pemerintah daerah turut mendorong penyerapan beras SPHP.

Baca juga: Pemko Batam targetkan ekspor ikan ke Singapura capai Rp270 miliar di tahun 2026

“Di Batam, kegiatan pasar murah dilakukan bersama Sekretariat Daerah Kota Batam sebelum Imlek dan Ramadhan, sementara di Karimun penyaluran juga melibatkan sejumlah mitra penjualan komoditas pokok,” kata dia.

Untuk harga, beras SPHP di Batam dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram.

Dari sisi ketersediaan stok, Bulog Batam memastikan persediaan masih aman untuk beberapa bulan ke depan.

“Saat ini, stok beras SPHP di gudang Batam mencapai 3.019 ton, sedangkan di gudang Karimun tersedia 348 ton. Jadi kami jamin stok mencukupi untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional Tahun 2026,” kata dia.

Meski stok mencukupi, penyaluran SPHP tetap dilakukan setiap hari guna memastikan pasokan di pasar tetap stabil dan harga beras terkendali.

“Kami punya target penjualan per hari 30 ton beras, kemarin tanggal 25 misalnya terjual 11 ton, kadang hanya 5 ton. Fluktuatif,” kata dia.


Baca juga: BPBL Batam targetkan panen 1 ton lobster berkualitas ekspor pada akhir 2026



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026