Logo Header Antaranews Kepri

Pemko Batam targetkan ekspor ikan ke Singapura capai Rp270 miliar di tahun 2026

Kamis, 26 Februari 2026 15:06 WIB
Image Print
Seorang perempuan mengangkat baskom berisi ikan dingkis, ikan tradisi imlek yang biasa diekspor ke Singapura di Batam, Kepri. (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Dinas Perikanan (Diskan) Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Kepulauan Riau menargetkan ekspor ikan ke Singapura pada 2026 mencapai 6.500 ton dengan perkiraan nilai transaksi Rp270 miliar.

Kepala Diskan Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan nilai transaksi tersebut meningkat dari tahun lalu. Pada tahun 2025, pihaknya menargetkan ekspor sebesar 6.000 ton dengan nilai transaksi Rp250 miliar.

“Di 2025, Alhamdulillah mencapai target. Maka dari itu kami naikkan target di tahun 2026 menjadi 6.500 ton dan nilai transaksi Rp270 miliar dengan tujuan Singapura,” ujarnya saat dikonfirmasi di Batam, Kepri, Kamis.

Yudi menjelaskan, penetapan target tersebut merupakan hasil perhitungan internal Diskan Batam berdasarkan potensi produksi dan pembinaan melalui bantuan sarana dan prasarana kepada nelayan maupun pelaku usaha perikanan.

“Ini perhitungan kami di Diskan Batam, yang dilihat dari potensi produksi dan pembinaan pemerintah daerah melalui bantuan sarana prasarana,” kata dia.

Berdasarkan data Diskan Batam, total ekspor ikan Batam ke Singapura sepanjang 2025 mencapai 6.406 ton dengan nilai Rp263.568.592.

Baca juga: Jadwal buka puasa Batam dan wilayah Kepri hari ini, 26 Februari 2026

Sementara itu, di tahun 2024, ekspor komoditi ikan mencapai 5.414 ton dengan nilai sebesar Rp232.688.128.

Menurutnya, tren peningkatan ekspor dalam beberapa tahun terakhir dipengaruhi sejumlah faktor. Setidaknya, lanjutnya, ada tiga faktor utama yang membuat target 2025 bisa tercapai dan bahkan terlampaui.

“Pertama angka produksi nelayan naik, kedua permintaan dari negara tujuan ekspor meningkat, dan ketiga harga ikan ekspor di negara tujuan cukup bagus,” katanya.

“Di Batam, komoditas yang memiliki nilai jual tinggi dan kemudian diekspor itu seperti kerapu, kakap, kaci, tenggiri, dingkis, udang vaname, sotong, kepiting/rajungan hingga lobster,” kata dia.

Terkait proyeksi produksi, Yudi menyebut volume ekspor sangat bergantung pada musim tangkapan dan kondisi angin.

“Ini disesuaikan dengan musim melaut dan angin. Contohnya saat perayaan Imlek kemarin, mayoritas ikan dingkis yang banyak diekspor,” ujar dia.

Ia menambahkan, untuk komposisi ekspor masih didominasi hasil perikanan tangkap, sementara produk budidaya lebih banyak memenuhi kebutuhan pasar lokal.

“Kalau budidaya nila, lele, patin itu buat pasar domestik. Tapi ada juga budidaya udang vaname misalnya, yang berorientasi ekspor,” kata dia.

Dengan tren positif tersebut, Diskan Batam optimistis sektor perikanan tetap menjadi salah satu penopang ekonomi Batam, khususnya dalam perdagangan ekspor ke Singapura.


Baca juga:

BPBL Batam targetkan panen 1 ton lobster berkualitas ekspor pada akhir 2026

Jaksa Penuntut Umum tetap tuntut mati ABK bawa sabu 2 ton



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026