Logo Header Antaranews Kepri

Diskan sebut produksi udang vaname di Batam tinggi untuk pasar ekspor

Jumat, 27 Februari 2026 17:35 WIB
Image Print
Keramba apung untuk budidaya udang vaname di Batam, Kepri. (ANTARA/HO-Diskan Batam)

Batam (ANTARA) - Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan produksi udang vaname di Batam tergolong tinggi, dan menjadi salah satu komoditas andalan untuk pasar ekspor ke negara tujuan Singapura.

Kepala Diskan Batam Yudi Admajianto mengatakan permintaan udang vaname untuk ekspor cukup besar, terutama untuk pasar luar negeri.

“Sesuai catatan kami, produksi udang vaname sepanjang 2025 mencapai 3.664 ton dengan rata-rata produksi 300 ton per bulan. Produksinya tinggi sekali karena memang diekspor ke Singapura dan permintaan pasar banyak,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Jumat.

Sebagai informasi, total ekspor komoditas ikan, termasuk udang dan rajungan, Batam ke Singapura sepanjang 2025 mencapai 6.406 ton dengan nilai Rp263.568.592.

Namun, Yudi mengatakan tak semua hasil produksi udang vaname diekspor, karena tetap ada pemenuhan untuk kebutuhan di kota itu.

“Saat ini, dari 31 pembudidaya udang skala besar yang terdata, sebanyak 21 di antaranya masih aktif beroperasi. Tetapi ada sedikit penurunan produksi di 2026 karena sejumlah pembudidaya di wilayah Galang menghentikan sementara kegiatan produksi,” kata dia.

Baca juga: Pemkab Natuna salurkan bantuan untuk para guru ngaji rumahan

Ia mengatakan data terbaru di bulan Januari 2026, produksi udang vaname tercatat 204 ton.

Ia juga menyebutkan bahwa belum ada bantuan khusus untuk budidaya udang vaname karena mayoritas pelaku merupakan skala besar.

“Kalau pembudidaya udang itu pelaku usaha skala besar. Bantuan Diskan Batam tertuju ke pembudidaya skala kecil,” kata dia.

Selain udang, komoditas budidaya yang juga rutin diekspor antara lain ikan kerapu, kakap, dan bawal.

“Sepanjang 2025, produksi kerapu tercatat 74,6 ton, kakap 142,4 ton, dan bawal 59,1 ton. Produksi lebih sedikit karena umumnya untuk ikan kerapu, kakap dan bawal merupakan pembudidaya skala kecil,” kata dia.

Yudi mengatakan untuk kelompok ini, pemerintah memberikan dukungan berupa bantuan benih melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) dan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Batam.

Baca juga: KSOP Batam lakukan ramp check ke 82 kapal penumpang jelang Lebaran 2026



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026