Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Natuna pantau stok dan harga bahan pangan setiap hari

Minggu, 1 Maret 2026 15:11 WIB
Image Print
Pemantauan harga bahan pokok oleh instansi terkait di Natuna, Kepri, Ahad (1/3/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna, Kepri (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, memantau stok dan harga bahan pangan setiap hari guna memastikan tidak terjadi kelangkaan dan peningkatan harga.

Kepala Disperindagkopum Natuna Marwan Sjah Putra, saat dikonfirmasi dari Natuna, Kepri, Ahad, mengatakan lokasi pemantauan berada di Pasar Rakyat Ranai, yang terletak di Kecamatan Bunguran Timur.

Ia menjelaskan Pasar Rakyat Ranai telah ditetapkan sebagai sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok (SP2KP). SP2KP merupakan aplikasi untuk melaporkan kondisi bahan pangan di setiap ke Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Perkembangan harga bahan pangan di pasar menjadi patokan pemerintah dalam mengambil kebijakan, dalam menjaga ketersediaan dan harga.

"Kami memiliki aplikasi SP2KP dari Kementerian Perdagangan sebagai alat pelaporan harga harian. Data diambil dari Pasar Ranai, pasar yang dibangun Kementerian Perdagangan," ucap dia.

Ia menjelaskan salah satu kebijakan yang akan diambil pemerintah apabila terjadi kelangkaan atau kenaikan harga adalah dengan melaksanakan pasar murah.

Pemkab Natuna kata dia, khusus di Disperindagkopum telah mengalokasikan ratusan juta rupiah dari APBD 2026, untuk subsidi tiga komoditas meliputi telur, tepung terigu dan gula pasir.

Sementara, kebutuhan lain dihadirkan di pasar murah atau gerakan pangan murah melalui skema yang berbeda. Beras misalnya dihadirkan melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

"Selain Disperindag, dinas lain juga melakukan pemantauan harga, namun bedanya kami hanya di pasar," ujar dia.

Ia menjelaskan akibat perbedaan lokasi pengambilan sampel harga, laporan dari masing-masing instansi kerap berbeda, meski demikian selisih harga tidak signifikan, dan cenderung sama.

Meski berbeda, lanjut dia, kegiatan intervensi terhadap ketersediaan dan harga bahan pangan tetap dilakukan dengan mengedepankan koordinasi.

"DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Natuna juga memiliki tim untuk melakukan pendataan, bedanya mereka mengambil data hingga ke setiap toko," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026