Logo Header Antaranews Kepri

DKPP Batam periksa 17 ribu hewan kurban jelang Idul Adha

Rabu, 20 Mei 2026 17:04 WIB
Image Print
Pengecekan gigi dan mulut seekor sapi oleh dokter hewan DKPP Batam di kandang hewan kurban di Batam, Kepri, Rabu (20/5/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), melakukan pemeriksaan kesehatan untuk sekitar 17 ribu hewan kurban di sejumlah lokasi penampungan yang tersebar di lima kawasan di kota itu.

Dokter hewan DKPP Batam Samuel Tampubolon mengatakan pemeriksaan dilakukan di lima kawasan utama penampungan ternak, mulai dari Sei Temiang hingga wilayah Nongsa.

“Kemarin lokasi pemeriksaan di kandang-kandang Sei Temiang. Hari ini menyisir kandang di luar Temiang seperti di sekitar Jembatan Barelang, Sei Beduk, Batu Ampar, dan Nongsa,” ujar Samuel di Batam, Rabu.

Ia mengatakan perkiraan jumlah hewan ternak tahun 2026 ada di sekitar 17 ribu hewan.

“Untuk kambing kurban tahun ini (2026) kami lihat ada 11 sampai 13 ribu ekor. Lalu untuk sapi meningkat dari biasanya 3.500 ekor, tahun ini terdapat sekitar 5.200 ekor. Namun ini masih menjadi estimasi, kira-kira yang sudah kami cek 17 ribu hewan ternak,” katanya.

Ia menjelaskan hasil pemeriksaan awal di kawasan Temiang menunjukkan kondisi ternak secara umum dalam keadaan baik dan layak untuk dijadikan hewan kurban.

“Untuk keseluruhan di Temiang kemarin menunjukkan hasil baik. Nanti data akan dikumpulkan dari seluruh pengecekan hewan,” katanya.

Samuel menjelaskan pemeriksaan hewan kurban dilakukan melalui pengecekan fisik eksternal untuk memastikan kondisi ternak sehat dan memenuhi syarat.

“Salah satu indikator utama yakni elastisitas kulit atau turgor kulit ternak. Kalau kulit ditarik tidak langsung kembali ke posisi semula berarti ternak kekurangan gizi atau malnutrisi,” ujar dia.

Selain itu, petugas juga memeriksa kondisi mukosa mata, mulut, dan lidah ternak untuk memastikan tidak ada tanda abnormalitas atau penyakit pada hewan.

DKPP Batam juga menggunakan penilaian Body Condition Score (BCS) dengan standar ideal di rentang angka empat hingga lima.

“Kalau BCS 3 biasanya sudah mulai terlihat tulang rusuk dan itu tidak layak dijadikan hewan kurban. Di kandang ini kami melihat BCS rata-rata 4 dan 5 jadi layak untuk menjadi hewan kurban,” kata Samuel saat meninjau salah satu kandang di Sambau, Nongsa.

Untuk ternak jantan, pemeriksaan juga dilakukan pada kondisi testis yang harus simetris serta postur tubuh dan kaki yang tegak tanpa kelainan.

Ia mengatakan menjelang Hari Raya Idul Adha, DKPP Batam juga akan melakukan pemeriksaan antemortem untuk mengecek suhu tubuh ternak.

Sebelumnya, DKPP Batam juga telah melakukan vaksinasi terhadap sekitar 1.400 ekor ternak guna mencegah penyebaran penyakit.

“Kami sudah mengimbau peternak jika menemukan gejala sakit agar segera lapor supaya bisa dilakukan pengobatan sebelum hari H. Kalau hanya demam biasa, kami ada obat dan 2 hari juga bisa sembuh,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar ternak yang diperiksa berasal dari Lampung dan Medan, sementara sebagian lainnya merupakan ternak lokal yang sudah lama dipelihara di Batam.

Sementara itu, pemilik kandang ternak di Sambau, Nongsa, Dikin mengatakan saat ini menyediakan lebih dari 200 ekor kambing dan sekitar 90 ekor sapi.

“Kebanyakan ternak baru berasal dari Lampung. Ada juga yang bersisa dari tahun lalu masih kami rawat sampai sekarang,” ujar dia.



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026