Logo Header Antaranews Kepri

Spanyol tolak keras terlibat menyerang Iran

Kamis, 5 Maret 2026 15:52 WIB
Image Print
Ilustrasi - Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. (ANTARA/Anadolu/py.)

Jenewa (ANTARA) - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Rabu (4/3), dengan tegas menolak keras "tunduk" terhadap eskalasi militer di Timur Tengah dan tetap menyerukan gencatan senjata segera antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran.

Dalam video yang dibagikan di X, platform media sosial milik AS, Sanchez menyatakan dengan tegas posisi Spanyol "tidak untuk berperang".

Dia mengatakan bahwa Spanyol tidak akan "terlibat" dalam tindakan yang "buruk bagi dunia" hanya karena "takut akan pembalasan".

Sambil mengecam rezim Iran atas penindasan terhadap warganya, ia menekankan bahwa satu tindakan ilegal tidak dapat dibalas dengan tindakan ilegal lainnya, merujuk pada serangan "sepihak" yang sedang berlangsung oleh AS dan Israel.

Baca juga: Menko Airlangga pastikan belum menaikkan harga BBM subsidi

Sanchez juga menegaskan bahwa militer Spanyol bekerja "siang dan malam" untuk mengoordinasikan "mekanisme evakuasi" bagi warga di wilayah tersebut.

"Kami memiliki keyakinan mutlak pada kekuatan ekonomi, kelembagaan, dan juga, saya katakan, kekuatan moral negara kami dan karena pada saat-saat seperti ini, kami merasa lebih bangga dari sebelumnya menjadi orang Spanyol," kata Sanchez menyimpulkan.

Ketegangan antara AS dan Spanyol meningkat karena Madrid tidak hanya mengutuk serangan terhadap Iran, tetapi juga menolak mengizinkan Washington menggunakan pangkalan militer di Spanyol untuk melakukan serangan terhadap Iran.

Sumber: Anadolu


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Spanyol tetap menolak keras terlibat menyerang Iran



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026