Logo Header Antaranews Kepri

Pekerja Batam Ancam Mogok Jika BBM Naik

Senin, 17 Juni 2013 13:11 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Pekerja di Batam yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Batam mengancam mogok kerja jika pemerintah tetap menaikkan harga bahan bakar minyak karena peningkatan harga BBM dinilai bakal menyengsarakan buruh.

"Kalau pemerintah memaksa, kami juga memaksa. Istilah kawan-kawan modar, mogok daerah," kata Ketua Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kepulauan Riau Yoni Mulyo Widodo dalam unjuk rasa menentang kenaikan harga BMM di Batam, Senin.

Ia mengatakan kenaikan harga BBM menghilangkan arti kenaikan UMK yang relatif besar pada 2013. Upah akan habis tergerus dengan biaya yang diakibatkan dari kenaikan harga BBM. "Karena banyak komponen lain dipastikan terseret naik," kata dia.

Menurut dia, kenaikan harga BBM sebesar Rp2.000 per liter, kata dia, mengakibatkan daya beli buruh turun 30 persen sehingga kenaikan upah minimum yang naik 30 persen menjadi sia-sia.

Mengenai BLSM yang rencananya dibagikan kepada masyarakat, pekerja menolaknya. Yoni mengatakan pemberian uang merupakan pelemahan kepada warga.

"Pemerintah jangan ajari rakyat bodoh. Rakyat dilemahkan dengan diberi uang. Ketika diberi kenyamanan, mati. Jika kebiasaan diberi bantuan, daya juang melemah," kata dia.

Selain itu, pembagian BLSM rawan isyu politik, katanya.

Di tempat yang sama, Ketua PUK PTUnicem, Zastri mengatakan BLSM tidak berpengaruh pada pekerja, karena hanya diberikan pada masyarakat miskin.

"Stimulan untuk pekerja apa? Kalau pedagang kecil tinggal menyesuaikan harga," kata dia.

Pekerja meminta pengalihan subsidi BBM digunakan untuk melaksanakan jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat pada 1 Januari 2014 dan untuk transportasi publik dan perumahan buruh.

Wakil Wali Kota Batam Rudi mengatakan akan segera menyampaikan aspirasi warga Batam ke pemerintah pusat.

"Buat saja surat, langsung saya tandatangani dan kirim ke Jakarta hari ini juga," kata dia.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026