Logo Header Antaranews Kepri

Rutan Batam melibatkan warga binaan jadi pekerja dapur MBG

Jumat, 27 Maret 2026 08:55 WIB
Image Print
Kepala Rutan Kelas II A Batam Fajar Teguh Wibowo. ANTARA/Amandine Nadja

Batam (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara atau Rutan Kelas II A Batam, Kepulauan Riau, menyiapkan warga binaan pemasyarakatan untuk terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis sebagai bentuk dukungan kepada program pemerintah.

Kepala Rutan Kelas II A Batam Fajar Teguh Wibowo di Batam, Kamis, mengatakan keterlibatan warga binaan difokuskan pada kegiatan dapur, mulai dari proses memasak hingga pengolahan bahan makanan.

Program ini juga menjadi sarana pelatihan keterampilan bagi para narapidana atau warga binaan.

"Warga binaan yang terlibat adalah yang sudah berstatus narapidana. Mereka akan dilatih oleh yayasan mitra rutan, mulai dari memasak, memotong bahan, hingga pekerjaan dapur lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan dari total lebih dari 1.000 orang penghuni rutan, hanya sebagian yang dapat dilibatkan karena sekitar setengahnya masih berstatus tahanan.

Untuk itu, pihak rutan melakukan asesmen ketat guna memitigasi risiko sebelum warga binaan dilibatkan dalam kegiatan di luar rutan.

"Nanti kita asesmen dulu untuk memastikan tingkat risiko supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra tidak berada di dalam rutan, melainkan di kawasan Tembesi Tower di Kota Batam.

"Lokasinya di luar rutan, di dekat Tembesi Tower. Mereka berangkat untuk bekerja, setelah selesai kembali lagi ke rutan dengan pengawasan," kata Fajar.

Untuk tahap awal, kebutuhan tenaga kerja dapur diperkirakan sekitar 40 orang. Namun, Fajar mengatakan tidak seluruhnya akan diisi warga binaan.

Rutan Batam juga membuka peluang bagi keluarga petugas maupun keluarga warga binaan untuk ikut terlibat.

"Ini juga untuk menurunkan risiko. Kita buka peluang bagi keluarga petugas atau keluarga warga binaan yang ingin ikut bekerja," ujarnya.

Fajar menambahkan sistem kerja akan disesuaikan dengan hasil asesmen, termasuk kemungkinan pergantian tenaga kerja, mengingat masa hukuman warga binaan yang berbeda-beda.

Program ini direncanakan mulai berjalan setelah Lebaran 2026, seiring kesiapan lokasi dan koordinasi dengan pihak yayasan sebagai pengelola dapur MBG.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026