
Ismeth Minta Pemda Jaga Investor FTZ Batam

Batam (Antara Kepri) - Mantan Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun Ismeth Abdullah meminta pemerintah daerah menjaga investor dengan memberikan pelayanan terbaik agar tidak meninggalkan Batam.
"Pengusaha harus dijaga betul. Pelayanan jangan menurun," kata Ismeth usai mengantar rombongan studi banding dari Timor Leste di Batam, Senin.
Ia mengatakan pengusaha adalah yang memajukan Batam, sehingga harus dijaga agar merasa nyaman berusaha dan tinggal di Batam.
Mantan Ketua Otorita Batam juga meminta pemerintah melancarkan arus masuk ke luar Batam dalam upaya mendukung ekspor impor Free Trade Zone Batam (FTZ Batam).
"Barang masuk ke luar harus lancar, tidak boleh ditahan-tahan lagi," kata pria yang juga pernah menjabat Gubernur Kepulauan Riau itu.
Ditanya pendapatnya mengenai kelangsungan FTZ, ia mengatakan masih ada banyak hal yang harus diteruskan, terutama tentang kebijakan ekspor dan impor.
"FTZ masih didukung pemerintah. Bantak yang mesti diteruskan," kata dia.
Sementara itu, Badan Pengusahaan Batam mencatat pada Januari hingga Maret 2013 terdapat 33 perusahaan yang menanamkan modal di KPBPB. Kepala Seksi Humas BP Batam Yudi H Purdaya mengatakan dari 33 perusahaan itu, 20 perusahaan baru dan 13 lainnya memperluas usaha.
Perusahaan yang menanamkan modal tersebut berasal dari beberapa negara kawasan Asia Pasifik, Eropa, Amerika dan Australia. Sektor yang diminati bidang pakaian jadi, pembuat dan perbaikan kapal, alat dan perlengkapan kapal layar, jasa penunjang industri minyak dan gas, mesin pertambangan, industri barang dari karet dan sewa guna usaha.
"Batam masih kondusif dan menjadi salah satu tujuan investasi unggulan karena berbagai kemudahaan yang diberikan daerah FTZ," kata Yudi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
