
Harga pangan di Tanjungpinang relatif stabil jelang Idul Adha

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional relatif stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
"Secara umum harga kebutuhan pokok di pasar tradisional masih stabil dan pasokan tersedia. Ada beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga, namun masih dalam batas wajar dan terus kami pantau," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang Riany di kantornya, Rabu.
Ia menyampaikan per 20 Mei 2026, harga sejumlah komoditas pokok di pasaran untuk cabai rawit merah turun dari Rp82 ribu menjadi Rp79 ribu per kilogram. Penurunan juga terjadi pada ikan tongkol dari Rp40 ribu menjadi Rp36 ribu per kilogram.
Sementara, harga tomat naik dari Rp22 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram, lalu beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, telur ayam ras relatif stabil.
Selanjutnya harga daging sapi segar mengalami kenaikan dari Rp150 menjadi Rp170 ribu dipicu kenaikan harga sapi hidup dari daerah asal, seperti Lampung.
"Kenaikannya masih wajar dan terkendali, akan kami pantau terus," ujar Riany.
Menurut Riany pemantauan rutin dilakukan guna mengetahui perkembangan harga di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan menjelang hari-hari besar keagamaan, seperti Idul Adha.
Pemkot secara intens berkoordinasi dengan distributor, pedagang, dan instansi terkait agar pasokan tetap lancar serta harga tetap terkendali.
Selain memantau harga, lanjutnya, Disdagin juga mengawasi ketersediaan stok bahan pokok di pasar tradisional, terutama pada komoditas dengan permintaan tinggi saat hari besar keagamaan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena stok bahan pokok di Tanjungpinang hingga saat ini masih mencukupi," demikian Riany.
Secara terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Hewan (DKP2KH) Kepri Rika Azmi menyebutkan pihaknya telah menjadwalkan operasi pasar murah untuk mengintervensi harga komoditas pangan agar tetap terkendali, khususnya di Tanjungpinang.
Menurutnya pasar murah melibatkan mitra Bulog hingga distributor pangan, dengan menjual bahan pokok murah atau di bawah harga pasaran. Upaya ini juga bertujuan menjaga daya beli masyarakat.
"Pasar murah digelar dalam pekan ini. Beberapa komoditas dijual, mulai dari beras, tepung, telur ayam ras, termasuk daging ayam hingga daging sapi," kata Rika.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
