
38 Warga Batam Terkena Dampak Kabut Asap

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam menyatakan kabut asap pekat yang menyelimuti kota industri mengakibatkan setidaknya 38 orang harus menjalani perawatan diduga terkena penyakit saluran pernafasan akut (ISPA) karena buruknya kualitas udara.
"Hingga Jumat sudah ada 38 orang yang memeriksakan diri pada rumah sakit dan puskesmas dan terindikasi terkena ISPA akibat menghirup udara kotor yang menyelimuti Kota Batam," kata Wakil Wali Kota Batam, Rudi di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan, meski mereka hanya menjalani rawat jalan namun kabut asap yang menyelimuti Batam sudah membahayakan masyarakat.
"Kami imbau bagi warga yang tidak berkepentingan untuk tetap tinggal di rumah. Sementara yang harus beraktivitas di luar rumah agar memakai masker untuk mengurangi dampak buruknya kualitas udara," kata dia.
Rudi mengatakan, berdasarkan pantauan yang dilakukan Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam pada Sabtu pagi, kadar pencemaran udara masih sangat tinggi dan berbahaya.
"Meski sudah turun dibanding Jumat kemarin, namun kadar udaranya masih jauh di atas ambang batas sehat," kata Rudi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim hingga Minggu esok masih memperingatkan cuaca ekstrim akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Sumatera daratan.
Berdasarkan pantauan satelit NOAA-15, di Sumatera daratan yang mencakup Jambi, Riau dan Sumatera Utara pada Sabtu 05.15 WIB masih terdapat 398 titik api.
Sementara berdasarkan pantauan MODIS BMKG masih terdapat 616 titik api di Sumatera.
BMKG memprediksi jarak pandang di Batam dan Karimun hingga Minggu sekitar pukul 09.00 WIB masih dibawah 1 kilometer.
Sementara Otoritas Penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam menyatakan jarak pandang di landasan dan sekitar bandara hanya 700-800 meter.
Namun demikian, hingga Sabtu siang semua penerbangan berjalan lancar tanpa ada penundaan dan pembatalan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
