
INSA Karimun Pertahankan Tarif Hingga Akhir Juni

Karimun (Antara Kepri) - Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mempertahankan tarif kapal yang berlaku saat ini hingga akhir Juni 2013 meski pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sejak 22 Juni.
"Sesuai kesepakatan dengan rekan-rekan pengusaha pelayaran, tarif kapal baru akan kami sesuaikan pada awal Juli 2013," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) INSA Karimun, Bustami Datuk Raja Marah di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Bustami mengatakan keputusan Indonesian National Shipowner Association/INSA Kabupaten Karimun itu dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada warga menyesuaikan diri dengan harga BBM yang baru.
"Kami tunggu dulu sampai situasi agak tenang karena kenaikan harga BBM pasti akan berdampak pada harga kebutuhan lain. Selain itu, kami juga ingin melihat dulu seberapa besar dampak kenaikan harga BBM terhadap pelayaran," ucapnya.
Dia berharap agen kapal tetap menjual tiket dengan harga biasa hingga ada ketetapan harga baru.
"Awal Juli 2013 'kan tidak terlalu lama, jadi selama sepekan ke depan kami masih memberlakukan harga tiket yang lama," kata dia.
Disinggung besaran kenaikan tarif, ia mengatakan tidak sampai 20-30 persen seperti yang diperkirakan sebelumnya.
"Kenaikannya tidak akan terlalu besar, mungkin sekitar Rp10.000. Kalau tiket kapal ke Batam Rp70.000, maka naik menjadi Rp80.000, begitu juga dengan jurusan lain seperti Tanjungpinang, Selatpanjang, Bengkalis atau Dumai," tuturnya.
Sedangkan tarif kapal jurusan luar negeri yaitu Singapura dan Malaysia tidak mengalami kenaikan.
"Kami sepakat untuk tidak menaikkan tarif kapal ke luar negeri, jadi tetap tarif lama," ucapnya.
Sementara itu Intan calon penumpang kapal feri tujuan Batam ketika ditemui di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun mengatakan agen pelayaran masih menjual tiket sebesar Rp70.000 per penumpang.
"Belum ada kenaikan, saya berharap jangan sampai naik karena menambah sulit apalagi pemerintah sudah menaikkan harga BBM, belum lagi harga kebutuhan pokok dan lainnya akan ikut naik," ucapnya. (Antara)
Editor: Agus Salim
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
