
PWI Kepri Luncurkan Buku Membaca Sani

Batam (Antara Kepri) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau meluncurkan buku "Membaca Sani", sebuah kumpulan opini mengenai sosok Gubernur Kepri Muhammad Sani yang ditulis 18 wartawan senior dan pimpinan media di Kepri, Rabu.
Buku "Membaca Sani" ditulis Evy Ratnawati Syamsir dkk, untuk mengingat Sani secara personal. Di balik semua pemberitaan yang selama ini menggunakannya sebagai narasumber, kata Ketua PWI Kepri Ramon Damora usai peluncuran.
"Dalam buku ini, Sani tidak menjadi sumber berita, melainkan sumber kenangan, muara ingatan, muasal persahabatan, hilir senda gurau hingga hulu benci tapi rindu," kata Ramon.
Ia mengatakan buku itu lahir dari gagasan ringan, tentang ikhtiar PWI Kepri merefleksikan kepemimpinan Muhammad Sani.
Buku yang dicetak 1.000 eksemplar itu bebas dari segala sensor yang biasanya terjadi saat berita tentang Muhammad Sani terbit di koran, kata dia.
Semuanya bebas mengungkap pendapatnya tentang pemimpin negeri, termasuk kedekatannya.
"Kami menampilkan sudut pandang wartawan terhadap Gubernur. Termasuk terkait kenangan kami atas figur yang ditulis," kata Ramon.
Dalam sambutannya, Gubernur Kepri Muhammad Sani menyambut baik penerbitan buku oleh Yayasan Akar itu, karena hubungannya dengan wartawan selama ini sangat dekat.
"Saya dengan para wartawan ini, yang sudah cukup lama kenal. Tidak masalah, melihat dari sisi lain terhadap saya," kata dia.
Ia tidak mempersoalkan kritik pedas yang ada dalam tulisan-tulisan wartawan, karena menurut dia, kritik adalah masukan untuk perjalanan kepemimpinan ke depan.
Kepala Biro Antara Kepulauan Riau Evy Ratnawati Syamsir yang menjadi satu-satunya penulis perempuan dalam buku itu mengatakan Muhammad Sani selalu penuh semangat dan bersahaja.
"Laksana apu, bagaikan dian, semangatnya tak kunjung padam walau usia sebenarnya telah menahannya untuk berbuat banyak," kata Evy.
Sani, kata Evy, juga sangat peduli pada pembangunan daerah dan terus mendorong anak-anak untuk terus mengenyam pendidikan tinggi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
