Logo Header Antaranews Kepri

Kawasan Bromo ditutup, upaya pemulihan ekosistem

Senin, 6 April 2026 15:27 WIB
Image Print
Arsip foto - Sejumlah mobil pengantar wisatawan terparkir di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (24/12/2024). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/wpa.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan penutupan kawasan Gunung Bromo dari aktivitas wisata pada 6-12 April 2026 sebagai upaya memulihkan ekosistem hingga meningkatkan kualitas layanan pariwisata.

"Benar, Bromo ditutup pada 6 April mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 12 April pukul 10.00 WIB. Seminggu ke depan kami menyiapkan berbagai langkah sebagai momentum pemulihan ekosistem, sekaligus meningkatkan kualitas layanan wisata," kata Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama di Kota Malang, Jawa Timur.

Balai Besar TNBTS menyatakan penutupan kawasan Gunung Bromo sebagai penguatan komitmen pengelolaan kawasan yang lebih berkelanjutan setelah berlangsungnya momen libur panjang Lebaran 2026.

Selama libur Lebaran, yakni pada 21-24 Maret 2026, Gunung Bromo telah dikunjungi sebanyak 24.671 wisatawan.

Secara akumulasi pada Maret 2026, destinasi pariwisata yang membentang mulai dari wilayah Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang menjadi jujukan bagi 79.223 wisatawan.

Selama jadwal penutupan berlangsung, pihak balai besar akan melaksanakan kegiatan bersih-bersih kawasan pasca libur panjang dan sosialisasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) pada 6 April 2026.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TNBTS sebut penutupan Bromo dilakukan untuk pemulihan ekosistem



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026