Logo Header Antaranews Kepri

BPBD Natuna catat sebanyak 339 hektare karhutla sepanjang Maret 2026

Rabu, 8 April 2026 14:10 WIB
Image Print
Karhutla di Natuna pada 2026. ANTARA/HO-Pemkab Natuna

Natuna (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mencatat sebanyak 339,82 hektare hutan dan lahan di wilayah tersebut terbakar akibat dampak fenomena El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Natuna Raja Darmika dikonfirmasi dari Natuna, Rabu, mengatakan fenomena El Nino menyebabkan wilayah Natuna mengalami banyak Hari Tanpa Hujan (HTH) sepanjang Maret 2026. Kondisi tersebut membuat vegetasi di kawasan hutan dan lahan mengering sehingga mudah terbakar.

“Luasnya kebakaran hutan dan lahan dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang meningkatkan kekeringan. El Nino menyebabkan wilayah Natuna mengalami lebih dari 20 HTH," ucapnya.

Ia menjelaskan jika dibandingkan dengan periode Januari hingga Februari 2026 luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Maret jauh lebih besar.

Pada Januari luas lahan yang terbakar mencapai 147,43 hektare, sedangkan pada Februari tercatat 26,5 hektare. Dengan demikian total luas karhutla selama Januari hingga Februari mencapai 173,93 hektare.

Baca juga: Kanwil Kemenkum Kepri sambangi Polda Kepri bahas sejumlah isu strategis

Menurut Raja, meningkatnya kejadian karhutla pada Maret menjadi perhatian serius seluruh pihak di Kabupaten Natuna. Bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna terpaksa meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk mendukung penanganan kebakaran, berupa operasi modifikasi cuaca dan water bombing atau bom air.

Ia menilai dukungan operasi udara tersebut cukup efektif karena mampu menjangkau titik api dan asap yang sulit diakses oleh petugas di darat.

Meski demikian Raja menegaskan penanganan tidak cukup hanya dilakukan saat kebakaran terjadi, tetapi juga harus diiringi langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Perlu upaya pencegahan dan mitigasi di daerah rawan karhutla, seperti sosialisasi larangan membuka lahan dengan membakar, mengurangi aktivitas yang memicu api di hutan, mengaktifkan pos siaga, serta penegakan hukum secara tegas,” katanya.


Baca juga: Pemprov Kepri tambah kuota penerima beasiswa mahasiswa di 2026



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026