
Bulog pastikan ketersediaan stok beras medium di Batam aman hingga 8 bulan ke depan

Batam (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memastikan ketersediaan stok beras medium di wilayah Batam dan Karimun dalam kondisi aman untuk delapan bulan ke depan.
“Untuk sekarang, stok yang ada di gudang cukup untuk 7-8 bulan ke depan,” ujarnya Kepala Cabang Bulog Batam Guido XL Pereira saat dihubungi di Batam, Rabu.
Untuk kebutuhan bulanan, Bulog Batam mencatat rata-rata konsumsi beras medium di Kota Batam mencapai sekitar 150 ton per bulan.
“Untuk beras medium, konsumsi di Batam sekitar 150 ton per bulan, sementara di Kabupaten Karimun berkisar antara 250 hingga 300 ton per bulan,” katanya.
Adapun stok yang tersedia saat ini meliputi beras medium program PSO sebanyak 4.844 ton.
Selain itu, terdapat cadangan beras untuk bantuan pangan sekitar 200 ton serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 100 ton.
Sementara itu, stok beras premium tercatat sebanyak 342 ton.
“Bulog Batam juga memiliki komoditas lain seperti Minyakita sebanyak 18.872 liter dan jagung sekitar 19 ton,” kata Guido.
Baca juga: RSBP Batam menuju green hospital olah limbah medis jadi bahan baku paving block
Ia juga mengatakan jenis beras diminati masyarakat seimbang antara beras medium dan premium.
Di sisi lain, Bulog Batam juga terus berupaya memenuhi target penyerapan hasil pertanian di wilayahnya.
Untuk komoditas jagung dan beras, koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak guna memastikan ketersediaan pasokan.
“Untuk jagung pipil, kami berkoordinasi dengan Polda Kepri hingga Polsek. Sementara untuk beras atau gabah, kami juga berkoordinasi dengan Korem dan Kodim,” ujarnya.
Selain itu, Bulog Batam juga menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta mitra pengadaan untuk mendukung penyerapan hasil produksi petani.
Dengan langkah tersebut, Bulog memastikan pasokan beras di wilayah Batam dan Karimun tetap terjaga.
Baca juga: Pemkab Natuna sebut pembangunan Kampung Nelayan telah capai 60 persen
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
