Logo Header Antaranews Kepri

Masjid Al-Aqsa kembali dibuka usai ditutup Israel

Kamis, 9 April 2026 13:49 WIB
Image Print
Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina. (ANTARA/Xinhua)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan seluruh kapal, pesawat, dan personel militer AS, bersama tambahan amunisi dan persenjataan, akan “tetap berada di dalam dan di sekitar Iran hingga kesepakatan nyata yang dicapai sepenuhnya dipatuhi.”

“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, yang sangat kecil kemungkinannya, maka ‘penembakan akan dimulai’ dengan skala yang lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan mengenai “tidak ada senjata nuklir” sebenarnya telah dicapai “sejak lama,” meski terdapat “retorika palsu yang menyatakan sebaliknya.”

“Tidak ada senjata nuklir dan Selat Hormuz akan terbuka serta aman,” katanya.

“Untuk sementara, militer besar kami sedang mempersiapkan diri dan beristirahat, serta menantikan langkah berikutnya,” tambah Trump.

Iran dan AS mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (7/4) yang bertujuan membuka jalan bagi kesepakatan akhir guna menyudahi penyerbuan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, yang telah menyebabkan banyak korban tewas dan luka-luka.

Pengumuman tersebut disampaikan kurang dari dua jam sebelum berakhirnya tenggat waktu yang berulang kali diperpanjang oleh Trump agar Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menerima kesepakatan atau menghadapi “kehancuran seluruh peradaban.”

Sumber: Anadolu

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Masjid Al-Aqsa dibuka kembali setelah ditutup Israel selama 40 hari

Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026