
BI Kepri perluas implementasi QRIS ke masjid dan pasar tradisional di Batam

Batam, Kepri (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) memperluas implementasi QRIS dengan meluncurkan program QRIS ZISWAF dan PASTI QRIS di masjid serta pasar tradisional Batam untuk mendorong kemudahan transaksi digital.
Kepala KPw BI Kepri Rony Widijarto mengatakan perluasan akseptasi QRIS menyasar sektor yang dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk rumah ibadah dan pasar tradisional.
“Intinya kita ingin mendorong masjid-masjid agar zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ziswaf) memanfaatkan QRIS, jadi kami sebut QRIS ZISWAF. Selama ini sebagian besar masjid hanya menerima secara tunai. Dengan QRIS, kita memberi kemudahan masyarakat memberi ziswaf terbaik,” ujarnya di Batam, Rabu.
Program tersebut dikemas dalam kegiatan Roadshow TAQJIL (Tambah Amal dengan QRIS Masjid Digital).
Baca juga: BI Kepri bangun ekosistem bisnis antarpesantren untuk dorong kemandirian ekonomi
“BI Kepri bersinergi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) untuk mendukung pembayaran ziswaf secara digital di tiga masjid percontohan. Yakni Masjid Sukajadi, Masjid Cheng Ho dan Masjid Agung Raja Hamidah Batam,” ujarnya.
Menurut Rony, ketiga masjid tersebut akan menjadi percontohan sebelum diperluas ke masjid-masjid lainnya di Batam dan wilayah Kepri.
Selain sektor rumah ibadah, BI Kepri juga meluncurkan program Pasar Tradisional Siap Transaksi Digital QRIS (PASTI QRIS).
“Untuk tahap awal kami menggandeng Bank Central Asia (BCA) karena mereka memiliki cukup banyak merchant di pasar tradisional Batam. Untuk sekarang ada tiga percontohan yaitu Pasar Penuin dengan 73 merchant, Pasar Mitra Raya 68 merchant, dan Pasar Summerland 48 merchant,” katanya.
Rony menjelaskan, program ini tidak hanya mendorong pedagang menerima pembayaran QRIS dari pembeli, tetapi juga membentuk ekosistem transaksi digital.
Baca juga: Bupati Natuna Cen Sui Lan salurkan insentif untuk imam dan marbot
“Di pasar kita ingin membentuk sebuah ekosistem. Setelah pedagang menerima pembayaran dari masyarakat melalui QRIS, mereka juga bisa belanja ke supplier pakai QRIS. Itu harapan kita. Jadi tidak perlu lagi tarik uang tunai,” katanya.
Ia juga mengatakan kegiatan mencakup sosialisasi sistem pembayaran QRIS kepada penjual dan pedagang di pasar, serta akuisisi merchant QRIS di pasar tersebut.
Melalui QRIS ZISWAF dan PASTI QRIS, BI Kepri berharap transformasi digital di sektor rumah ibadah dan pasar tradisional semakin kuat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi syariah dan kemudahan transaksi masyarakat di daerah.
Baca juga:
Perusahaan di Kepri telat bayar THR terancam denda 5 persen
Prakiraan Cuaca Kepri 5 Maret: Batam-Bintan cerah berawan, waspada gelombang tinggi di Natuna-Anambas
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
