Logo Header Antaranews Kepri

AS ancam jatuhkan sanksi sekunder bagi pendukung Iran

Rabu, 15 April 2026 10:44 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/aa.

Washington (ANTARA) - Departemen Keuangan Amerika Serikat mengeluarkan peringatan kepada lembaga keuangan global untuk menghentikan segala bentuk dukungan terhadap aktivitas ekonomi Iran. AS menyatakan siap menjatuhkan sanksi sekunder di tengah kebuntuan perundingan langsung yang bertujuan mengakhiri konflik kedua negara.

Pemerintah AS menegaskan akan bergerak agresif dengan menerapkan "tekanan ekonomi maksimal"

“Lembaga keuangan harus menyadari bahwa Departemen Keuangan AS akan memanfaatkan seluruh instrumen dan kewenangan yang tersedia serta siap menjatuhkan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang terus mendukung aktivitas Iran,” demikian pernyataan yang diunggah melalui platform X.

Selain ancaman sanksi perbankan, Departemen Keuangan AS memastikan bahwa izin jangka pendek untuk penjualan minyak Iran yang tertahan di laut tidak akan diperpanjang.

Kebijakan itu merujuk pada pengecualian sementara selama 30 hari yang diterbitkan pada 20 Maret, yang memungkinkan penjualan minyak Iran yang telah berada di laut, dengan estimasi volume sekitar 140 juta barel.

Langkah tersebut diambil untuk meredam lonjakan harga energi global yang dipicu oleh perang AS-Israel terhadap Iran.

Perang tersebut, serta respons Iran yang menutup Selat Hormuz dan menargetkan infrastruktur energi di wilayah sekutu Arab Teluk AS, memicu lonjakan tajam harga energi, terutama minyak.


Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS ancam sanksi sekunder bagi pendukung Iran



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026