Logo Header Antaranews Kepri

Kesalahan Input Data PPDB Bukan Disdik Batam

Rabu, 10 Juli 2013 16:52 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin membantah kesalahan input data penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di wilayah setempat terjadi pada petugas dinas pendidikan.

"Kesalahan bukan di Dinas Pendidikan Kota, karena semua nilai di-input di Pusat Teknologi dan Informasi Komunikasi (Pustekom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Namun bisa terjadi di sekolah," kata dia di Batam, Rabu.

Ia mengatakan, disdik tidak akan berbuat bodoh dengan nengurangi nilai anak-anak yang mendaftar dengan sistem PPDB online.

"Kami tidak akan sebodoh itu. Karena ancaman pidana bila diketahui kami melakukan kecurangan saat memasukkan nilai sangat berat. Memang ada beberapa sekolah yang terlambat mengirim nilai siswa. Sehingga pengimputan terganggu," kata Muslim.

Muslim mengakui kesalahan tersebut merugikan beberapa calon siswa didik di Batam, namun tidak berlarut karena di hari ketiga pendaftaran, pihaknya langsung menyurati Pustekom.

"Hari itu juga langsung di-input ulang untuk diperbaiki. Jadi, kalau tidak lulus karena memang nilainya tidak bersaing dengan siswa lainya," kata dia.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho, Selasa (9/7) menilai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) "online" di Batam bermasalah menyusul banyaknya laporan yang masuk mengenai kesalahan input nilai sehingga dapat merugikan siswa.

"Banyak yang mengadu mengenai input nilai oleh panitia yang tidak sesuai dengan hasil nilai sekolah dan ujian nasional. Jadi banyak siswa yang seharusnya masuk ke sekolah pilihan, justru gagal," kata legislator PDIP Batam.

Ia mengatakan, pada sebuah SMA negeri kawasan Batuaji Batam, ada beberapa siswa sekitar lingkungan sekolah yang akhirnya tidak diterima karena nilainya diturunkan oleh petugas PPDB.

"Banyak orang tua yang mengadu ke DPRD Kota Batam karena nilai anaknya tersebut dikurangi," kata Udin.

Udin juga menyesalkan, pihak sekolah tidak melibatkan komite sekolah saat PPDB.

Salah seorang pendaftar, kata dia, nilai IPA ujian sekolah yang seharusnya 9,01 diubah jadi 4,00 sehingga nilai rata-rata calon siswa tersebut jatuh dan tidak diterima pada sekolah diinginkan.

Calon siswa lain, kata dia yang seharusnya nilai ujian sekolah mata pelajaran IPA 7,53 namun diinput oleh panitia hanya 5,25. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang seharusnya 8,06 senentara ditulis 7,8. Calon siswa lain, nilai IPA 7,4 dibuah 3,7, sementara Bahasa Indonesia 8,6 menjadi 7,2. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026