Logo Header Antaranews Kepri

Warga Batam Tergusur Minta PT BBS Hengkang

Selasa, 16 Juli 2013 18:33 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Puluhan warga Sungai Kasam, Telaga Punggur, Kota Batam, minta PT BBS menutup usahanya dan hengkang dari lokasi sekarang di areal Kampung Tua dan mengembalikan lahan leluhur tersebut kepada warga yang semula mengelola/menempatinya (tempatan).

"Kami ingin PT BBS tutup dan lahannya dikembalikan kepada kami warga asli yang harus tersisih karena pembangunan perusahaan itu," kata perwakilan warga yang melakukan orasi, Ahdan, Selasa.

Warga yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak tersebut menyatakan bahwa lahan yang ditempati PT BBS merupakan wilayah Kampung Tua Sungai Kasam yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Kawasan itu telah ditetapkan menjadi cagar budaya. Statusnya juga merupakan Kampung Tua, kami ingin hak kami dikembalikan," kata dia.

Warga lain, Suharlan mengatakan sebenarnya warga sudah mendapatkan ganti rugi berupa kavling di kawasan Kabil Telaga Punggur yang tidak begitu jauh dari lahan mereka yang dibangun galangan kapal tersebut.

Namun, kata dia, tempatnya berada diatas bukit dan tidak ada akses jalan serta fasilias air bersih, listrik sehingga tidak mungkin dibangun rumah.

"Kami ingin tanah kami dikembalikan saja, mata pencaharian kami di sini, melaut dan berkebun di areal sekitar pabrik itu," kata dia.

Ia mengatakan, sejak dua tahun lalu hingga saat ini lahan yang disiapkan masing-masing berukuran 10x15 meter belum ada yang dibangun.

"Kami ingin tetap tinggal di sini dan kembali beraktivitas seperti dulu. Kami tidak ingin membangun rumah diatas bukit tanpa fasilitas apapun," kata Suharlan.

Hingga siang hari aksi warga masih terus berlangsung. Belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

Unjukrasa warga tersebut merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya juga sudah melakukan aksi serupa namun tidak menemui kata sepakat dengan manajemen.(Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026