Logo Header Antaranews Kepri

Bulog Natuna pastikan beras bantuan pangan layak dikonsumsi

Selasa, 28 April 2026 10:38 WIB
Image Print
Proses penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng di Natuna pada April 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau memastikan beras bantuan pangan kepada penerima manfaat dalam kondisi baik dan layak konsumsi.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian dikonfirmasi dari Natuna, Senin (27/4), mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada 7.325 penerima bantuan pangan (PBP).

“Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng untuk periode Februari dan Maret 2026,” ucapnya.

Ia menjelaskan kualitas beras yang disalurkan dipastikan tetap terjaga karena seluruh proses pengemasan dilakukan dengan pengawasan ketat oleh Perum Bulog.

Selain itu, sebelum pendistribusian ke titik salur juga dilakukan pemeriksaan kembali oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna dan Perum Bulog.

Baca juga: DKPP Batam: Stok Minyakita kembali normal setelah bantuan pangan disalurkan

Beras bantuan tersebut, kata dia, merupakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang sebelumnya disimpan dalam kemasan 50 kilogram di Gudang Bulog Sedanau, kemudian dikemas ulang menjadi ukuran 10 kilogram.

“Proses pengemasan dari 50 kilogram ke 10 kilogram kami pantau secara ketat. Karena itu, kami berani memastikan beras dalam kondisi baik dan beratnya sesuai,” kata Pencius.

Meski demikian, kata dia, tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan teknis dalam proses pengemasan maupun distribusi. Untuk itu, masyarakat diimbau segera melapor jika menemukan beras atau minyak goreng bantuan dalam kondisi kurang baik.

Bulog, lanjutnya, siap melakukan penggantian secepatnya setelah menerima laporan dari masyarakat. Ia juga mengingatkan agar setiap kendala disampaikan melalui jalur resmi.

“Tidak perlu sungkan, dan sebaiknya tidak langsung diviralkan. Kesalahan dalam pengemasan atau distribusi bisa saja terjadi dan berpengaruh pada kualitas beras. Kami siap menindaklanjuti setiap laporan,” katanya.



Baca juga: OJK Kepri perkuat ketahanan siber perbankan cegah fraud



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026