Logo Header Antaranews Kepri

Menteri PPPA minta maaf soal pernyataan gerbong KRL pascakecelakaan

Kamis, 30 April 2026 06:29 WIB
Image Print
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang dinilai kurang tepat pascainsiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat. Pernyataan ini muncul setelah adanya usulan terkait pemindahan posisi gerbong khusus perempuan pasca-tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Menteri PPPA menegaskan bahwa keselamatan seluruh masyarakat, tanpa memandang gender, adalah prioritas nomor satu bagi pemerintah. Ia mengklarifikasi bahwa usulannya tidak bermaksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.

"Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak," kata Arifah Fauzi.

Kementerian PPPA hadir untuk memastikan hak hak anak-anak yang ditinggalkan orang tua dalam tragedi ini tidak terabaikan.

Sebelumnya, Menteri Arifah sempat mengusulkan agar gerbong khusus perempuan dipindah ke bagian tengah rangkaian kereta saat menjenguk korban di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4/2026). Kini, ia mengajak semua pihak untuk memusatkan perhatian pada doa dan pemulihan para korban.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri Arifah minta maaf pernyataan kurang tepat pemindahan gerbong



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026