
BGN tingkatkan pengawasan SPPG Air Asuk di Anambas

Natuna (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan pengawasan terhadap SPPG Air Asuk di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, menyusul ditemukan kandungan boraks dan bakteri E. coli dalam menu makanan yang disajikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahril dikonfirmasi dari Natuna, Senin, mengatakan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dapat kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh standar yang ditetapkan. Salah satu syaratnya adalah memperbarui Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Tujuannya untuk memastikan peristiwa keracunan akibat mengkonsumsi makanan dari program MBG di wilayah itu terulang kembali.
"Kita juga menekankan SPPG harus meningkatkan pengawasan serta perbaikan-perbaikan dalam pemenuhan standar BGN," ucapnya.
Ia menjelaskan, pada Rabu (15/4) terjadi kejadian luar biasa (KLB) berupa keracunan makanan yang dialami para penerima manfaat Program MBG di wilayah Air Asuk.
Dalam rangka mengetahui penyebab keracunan, kata dia, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan pengujian menggunakan sanitary kit (rapid test) dan mengirimkan sampel menu MBG ke BPOM Batam untuk dilakukan pengujian di laboratorium.
"Hasil uji Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna dari sampel sisa makanan mengandung boraks dengan kisaran kadar cemaran 100-5.000 miligram. Sementara hasil dari BPOM ditemukan E.coli," katanya.
Ia menjelaskan hasil rapid test telah keluar pada 15 April, sedangkan hasil pengujian laboratorium baru diterima pada 28 April 2026. Namun, penyebab pasti tercemarnya air bersih dan menu makanan hingga kini masih belum diketahui.
"Untuk penyebab masih akan kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN tingkatkan pengawasan terhadap SPPG Air Asuk di Anambas
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
