
Ratusan Buruh Duduki Gedung DPRD Batam

Batam (Antara) - Ratusan pekerja PT Sun Creation Indonesia berjejal masuk ke Gedung DPRD Kota Batam hingga masuk ke lantai dua, depan ruang pimpinan legislatif, Kamis, menuntut kepastian pembayaran gaji dan bantuan untuk pekerja.
Dalam kerumunan para pekerja berteriak menyampaikan tuntutan dan keluhan, meski tidak ada anggota DPRD yang menemui. Beberapa di antaranya tampak menangis.
"Saya sudah diusir dari kos. Mau tinggal di mana lagi Bapak," kata seorang pekerja.
Para pekerja berharap anggota dewan bersedia memberikan bantuan, menjelang gaji dan THR dicairkan dari pengusaha.
Nasib 732 orang pekerja PT Sun Creation Indonesia terkatung-katung setelah pemilik perusahaan beserta manajemen menghilang dari Batam dan tidak membayarkan hak-hak pekerja.
Pekerja lain, Fitria, menagih janji Pemkot, BP Batam dan DPRD Batam untuk memberikan bantuan, mengingat saat ini pekerja dalam kondisi sangat terdesak.
Ia mengatakan sudah tidak punya uang sama sekali, karena gaji belum dibayarkan perusahaan. Padahal, ia haru membayar uang kos Rp500 ribu yang jatuh tempo 1 Agustus 2013.
"Saya tidak bisa terbayang kalau diusir, mau tidur di mana. Uang tidak ada," kata dia.
Sebelumnya, Senin (29/7), anggota DPRD Batam dan ratusan pekerja PT Sun Creation Indonesia (SCI) mendatangi Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dan Pemkot Batam dan berunjukrasa menuntut pertanggungjawaban badan itu atas kaburnya pemilik PT SCI.
Wakil Ketua DPRD Batam Ruslan Kasbulatov meminta BP Batam memperhatikan nasib pekerja, apalagi menjelang Lebaran. Ia berharap BP bersedia menyalurkan dana Safari Ramadhan kepada pekerja.
Sayangnya, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho tidak bisa memberikan jawaban kepada Ruslan dan ratusan pekerja. "Nanti akan saya sampaikan kepada Kepala," kata dia.
Ia juga tidak memberikan penjelasan alasan kaburnya pemilik PT SCI. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
