
Pemerintah Jepang setujui subsidi energi Rp57,4 triliun dampak konflik Timur Tengah

Tokyo (ANTARA) - Pemerintah Jepang, Selasa, memutuskan untuk menggunakan 513,5 miliar yen (Rp57,4 triliun) dari dana cadangan untuk tahun fiskal saat ini guna melanjutkan subsidi tagihan energi selama musim panas untuk meringankan dampak konflik Timur Tengah.
Subsidi tersebut akan mencakup tagihan listrik dan gas selama periode Juli-September, ketika permintaan pendingin ruangan meningkat, sehingga menghasilkan pengurangan sekitar 5.000 yen (Rp560 ribu) untuk rata-rata rumah tangga.
Pemerintah mengatakan subsidi tersebut akan membantu menjaga tagihan tetap di bawah level musim panas lalu.
"Kami fokus pada pengurangan beban pada Agustus, ketika penggunaan listrik mencapai puncaknya," kata Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Ryosei Akazawa dalam konferensi pers, di mana dia menunjukkan langkah-langkah penghematan energi untuk peralatan rumah tangga dan mobil.
Baca juga: KPK panggil 2 mantan pejabat pengadilan negeri Depok sebagai saksi kasus dugaan suap
Ketua Urusan Parlemen dari Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, Hiroshi Kajiyama, mengatakan bahwa dia telah memberi tahu rekannya dari Aliansi Reformasi Sentris oposisi bahwa rancangan anggaran tambahan diperkirakan akan diajukan "sekitar pertengahan minggu depan."
Anggaran tambahan itu akan mengalokasikan dana cadangan untuk mengatasi dampak situasi di Timur Tengah.
Dana tersebut diharapkan dapat membiayai program subsidi baru yang akan mempertahankan harga bensin di angka 170 yen (Rp19.000) per liter, program yang telah dilanjutkan pada pertengahan Maret.
Sumber: Kyodo
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jepang setujui subsidi energi Rp57,4 triliun
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
