Logo Header Antaranews Kepri

Kepri perbanyak program penguatan SDM untuk kerja luar negeri

Selasa, 9 Juni 2026 16:51 WIB
Image Print
Gubernur Kepri Ansar Ahmad. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memperbanyak program penguatan sumber daya manusia (SDM) berkompeten dan berdaya saing global untuk dikirim bekerja ke luar negeri secara resmi bekerja sama dengan BP3MI.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan di tahun 2025, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri mencapai 2.305 orang. Sedangkan di tahun 2026, hingga bulan Mei mencapai 1.236 orang dari target 3.000 orang.

"Dari tahun ke tahun, pengiriman tenaga kerja luar negeri dari Kepri cukup baik. Kami secara konsisten bersama-sama pemerintah pusat dan BP3MI terus berupaya menyiapkan SDM berkompeten sesuai kebutuhan global," kata Ansar di Tanjungpinang, Selasa.

Gubernur Ansar memaparkan beberapa program penguatan SDM yang sudah dan akan berjalan, antara lain Pemprov Kepri setiap tahunnya mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk mendukung kelas internasional di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Kota Tanjungpinang agar lulusannya bisa bekerja ke luar negeri secara resmi.

Selain itu, juga menyiapkan anggaran Rp2 miliar di tahun ini untuk lulusan SMK mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi khusus sesuai kebutuhan tenaga kerja luar negeri.

Selain itu, kata Ansar, pemerintah daerah melalui Sahid Bintan Tourism Institute (pusat pendidikan pariwisata dan perhotelan) telah menjalin kerja sama dengan lembaga berkaitan dari Austaria guna mempermudah diterima pasar kerja luar negeri.

"Kita punya Politeknik andalan mulai dari kesehatan hingga pariwisata, yang fokus pada pendidikan vokasi untuk meningkatkan kualitas SDM bekerja di luar negeri," ujar Ansar.

Lebih lanjut, Ansar menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir, Pemprov Kepri terus mengembangkan platform pendidikan vokasi di tingkat SLTA.

Menurutnya, ke depan jumlah SMA di Kepri cukup 30 persen, sisanya 70 persen adalah SMK dengan jurusan vokasi, seperti welder (pengelasan).

Baca juga: Telkom bagikan dividen Rp21,9 triliun dari laba tahun buku 2025

Upaya ini bertujuan mencetak SDM siap memasuki dunia kerja di dalam negeri seiring pesatnya pertumbuhan investasi di Kepri hingga bersaing di pasar luar negeri.

"Beberapa SMA kita konversi menjadi SMK yang sesuai tuntutan dunia kerja. Buktinya, sekarang lulusan SMP di Kepri berbondong-bondong ingin masuk SMK, karena lulusan SMK memang disiapkan masuk dunia kerja," ucap Ansar.

Gubernur optimistis berbagai program tersebut dapat mencetak SDM Kepri yang berkualitas dan berdaya saing global. Apalagi kondisi Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura punya peluang besar bagi tenaga kerja lokal bekerja di negeri jiran tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI, ada sekitar 320 ribu lowongan kerja luar negeri bagi calon tenaga kerja di tanah air.

Dari jumlah tersebut, Indonesia baru mampu memenuhi sebanyak 75.378 pekerja atau 24 persen dari jumlah keseluruhan.

Beberapa sektor peluang kerja luar negeri, di antaranya kesehatan, manufaktur, perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian, konstruksi hingga welder (pengelasan).



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Kepri perbanyak program penguatan SDM untuk kerja luar negeri



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026