
China kecam BYD hingga Alibaba yang masuk "daftar hitam"

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) yang memasukkan beberapa perusahaan besar negara tersebut seperti Alibaba, BYD hingga Baidu ke dalam daftar perusahaan yang dianggap membantu militer.
"China dengan tegas menentang AS yang melampaui batas konsep keamanan nasional dan merumuskan berbagai jenis daftar diskriminatif untuk menargetkan bisnis Tiongkok," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (9/6).
AS telah menetapkan perusahaan raksasa China Alibaba, BYD, dan Baidu sebagai perusahaan yang mendukung militer China dalam pembaruan perusahaan militer China pada Senin (8/6).
Daftar "perusahaan militer China" yang ditetapkan Pentagon dan diperbarui setiap tahun, kini mencakup 188 perusahaan, bertambah dari 134 perusahaan pada 2025.
Baca juga: Iran ajukan permohonan penggunaan ban lengan hitam saat Piala Dunia 2026
Departemen Pertahanan AS akan dilarang mulai akhir bulan ini untuk melakukan kontrak langsung dengan perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut, dan untuk membeli produk atau layanan mereka melalui pihak ketiga mulai tahun 2027. Daftar tersebut sudah dibuat sejak 2021.
"Kami mendesak AS untuk memperbaiki kesalahannya, dan menghentikan penindasan yang tidak beralasan terhadap bisnis China. Kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan mereka yang sah dan sesuai hukum," tambah Lin Jian.
Namun, perusahaan-perusahaan tersebut dapat mengajukan permohonan penghapusan. Perusahaan kadang dapat dihapus dalam daftar, bukan karena AS menentukan bahwa mereka tidak terkait dengan militer China, tetapi karena mereka tidak lagi beroperasi di AS atau karena nama entitas telah berubah.
Dalam daftar terbarunya, Pentagon memasukkan perusahaan teknologi finansial Alibaba, pabrikan kendaraan listrik BYD, dan penyedia pencarian internet Baidu karena mendukung pengembangan militer China.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China kecam BYD hingga Alibaba masuk "daftar hitam" Pentagon
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
