
Wali Kota Tanjungpinang Wajibkan Program Pengentasan Terpadu

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Lis Darmansyah mewajibkan jajarannya membuat dan melaksanakan program pengentasan warga dari kemiskinan secara terpadu, tidak sendiri-sendiri.
"Upaya pengentasan kemiskinan wajib dilaksanakan secara terpadu, tidak parsial. Jika dilakukan sendiri-sendiri, tidak akan berjalan secara maksimal," kata Lis saat membuka Pelatihan Petugas Pendataan Rumah Tangga Sasaran (RTS) Kota Tanjungpinang 2013, Selasa.
Ia menambahkan, program pengentasan kemiskinan bukan hal baru sebab sudah lama dilaksanakan mulai dari pemerintah pusat hingga daerah. Jika program itu direncanakan dengan baik dan dilaksanakan secara terpadu, maka pemerintah optimistis jumlah warga miskin mengalami penurunan yang signifikan.
"Pemerintah memiliki banyak program pengentasan kemiskinan yang melibatkan berbagai dinas. Jika dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh, kami yakin jumlah RTS berkurang," ujarnya.
Dinas yang terkait dengan program pengentasan kemiskinan antara lain Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Jika dinas-dinas terkait merencanakan program secara maksimal dan dilaksanakan secara terpadu, maka anggaran yang disediakan pemerintah dapat dipergunakan secara maksimal.
"Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Tanjungpinang sekurang-kurangnya juga harus bekerja sama dengan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk mewujudkan kesejahteraan dalam masyarakat berdasarkan data RTS," ungkapnya.
Lis juga berharap Pelatihan Pendataan RTS dapat mengakomodasi upaya pencapaian pembangunan sesuai program MDGS untuk kota Tanjungpinang. Melalui kegiatan itu pula diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat terkait berapa persen angka kenaikan atau penurunan kemiskinan.
Terkait hal itu, Bappeda Tanjungpinang harus dapat melaksanakan pemutakhiran data dan menciptakan sistem terpadu, mulai dari tingkat Kelurahan. Hal itu menjadi faktor penting dalam menyukseskan program-program pemerintah seperti Jamkesda, RTLH dan lain sebagainya.
"Kegiatan ini diharapkan dimanfaatkan betul oleh para peserta sehingga data yang diperoleh betul-betul akurat dengan angka kesalahahan di bawah 3 persen," ujarnya di hadapan 96 orang peserta.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
