
Teknologi Maritim Tepat Dikembangkan di Kepri

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Perencana Pembangunan Daerah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan teknologi kemaritiman tepat untuk dikembangkan secara maksimal di wilayah tersebut sekaligus untuk diabdikan bagi kepentingan bangsa.
"Kepulauan Riau merupakan provinsi maritim yang hanya dapat dikembangkan melalui teknologi yang tinggi. Tanpa teknologi yang canggih, wilayah tersebut sulit dibangun," kata Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah Kepulauan Riau (Bapeda Kepri) Naharudin, yang menjadi narasumber pada seminar bertema "Penguatan Kemandirian Teknologi Menuju Indonesia Sejahtera" di Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia Tanjungpinang, Kamis.
Narasumber lainnya, Wakil Ketua DPRD Kepri Ing Iskandarsyah mengemukakan, Kepri harus bisa mandiri, meninggalkan kebiasaan konsumtif. Salah satu cara untuk melahirkan wilayah yang dapat memproduksi berbagai kebutuhan dalam negeri maupun asing, maka pemerintah dan masyarakat Kepri harus menguasai teknologi.
"Kepri kurang berinovasi, dan sangat konsumtif. Tetapi Kepri masih potensial untuk dapat menjadi wilayah yang maju, meski membutuhkan waktu yang lama," ungkapnya.
Di hadapan sekitar seratus orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, Naharudin mengemukakan, teknologi di Kepri belum berkembang pesat dibanding Singapura dan Malaysia. Hal itu yang menyebabkan teknologi di Indonesia, terutama di Kepri masih dipandang sebelah mata oleh negara tetangga.
"Sebuah negara akan maju jika menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Penguasaan teknologi mau tidak mau harus dilakukan," ujarnya dalam seminar yang digelar Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia yang bekerja sama dengan Komunitas Bakti Bangsa.
Namun kesadaran masyarakat untuk memiliki teknologi yang tinggi cukup tinggi. Rasa nasionalisme dapat menjadi salah satu faktor untuk mendorong pemuda meningkatkan kualitasnya di bidang teknologi.
"Jika kita ingin negara yang kita cintai ini maju, maka kita harus berfikir keras dan bekerja keras," ujarnya.
Iskandar mengemukakan, Kepri harus dapat mengembangkan teknologi di sektor perhubungan, perikanan dan kelautan. Teknologi perhubungan wajib dikembangkan karena Kepri merupakan provinsi kepulauan.
Teknologi perhubungan dapat mempersingkat jarak antarpulau. Hal itu sudah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir sejalan dengan pengadaan kapal berukuran besar untuk mengantar penumpang antarpulau di Kepri.
Sementara teknologi kelautan dan perikanan harus dikembangkan karena Kepri memiliki sumber daya kelautan yang tinggi. Pengelolaan sumber daya kelautan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat Kepri.
"Kita harus sadar teknologi, karena tanpa teknologi Kepri tidak mungkin dapat berkembang," ujarnya.
Hal senada dikatakan Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia Tanjungpinang Louis Frederick. Ia mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang besar, yang dapat maju. Jika masyarakat menyintai Indonesia, maka cintai produk lokal dan dalam negeri.
Teknologi tidak dapat berkembang jika produknya tidak laku dijual. Padahal produk dalam negeri sangat berkualitas.
"Mungkin masyarakat tidak menyadari kalau setiap hari membeli, menggunakan dan menikmati produk asing. Mari kita gunakan produk dalam negeri," ungkapnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
