Logo Header Antaranews Kepri

BI: Transaksi Penukaran Dolar di Batam Meningkat

Jumat, 6 September 2013 16:44 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Bank Indonesia Batam mencatat peningkatan transaksi penukaran dolar AS dan dolar Singapura ke rupiah oleh warga Batam selama satu bulan terakhir.

"Ada peningkatan penukaran dolar, berdasarkan laporan Asosiasi Pedagang Valuta Asing kepada BI," kata Deputi Pimpinan Bank Indonesia Batam Minot Purwahono di Batam, Jumat.

Namun, pihaknya enggan memberikan rincian peningkatan penukaran dolar AS dan dolar Singapura, hanya menyebutkan bahwa kenaikannya tidak terlalu signifikan dibanding biasanya.

Sejak puluhan tahun lalu, warga Batam terbiasa memegang dolar Singapura sebagai simpanan, karena perdagangan banyak dilakukan dengan warga negara jiran. Bahkan, sampai sekarang ada beberapa transaksi di Batam yang tetap menggunakan dolar Singapura sebagai mata uang.

Menurut Minot, penukaran uang yang dilakukan warga untuk mengambil keuntungan selisih kenaikan nilai dolar yang terjadi sejak beberapa bulan lalu. "Ada juga warga yang memegang dolar sebagai investasi," katanya.

Di sisi lain, penurunan nilai rupiah mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang, karena banyak komoditas di Batam merupakan barang impor.

Menurut dia, pedagang eceran menaikan harga barang akibat penurunan nilai rupiah, sehingga masyarakat bertahan untuk tidak membeli barang impor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti mengatakan melemahnya nilai rupiah beberapa waktu terakhir meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam dan daerah lain di Kepri.

Melemahnya nilai rupiah merangsang minat wisman asal Negara Jiran ke Batam, karena harga paket wisata yang semakin murah dipengaruhi menguatnya nilai dolar.

Sebaliknya, kata Guntur, jumlah wisatawan asal Indonesia yang mengunjungi Singapura berkurang, karena semakin mahal. "Devisa tidak lari ke Singapura, karena orang kita akan banyak tetap di Batam," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026