Logo Header Antaranews Kepri

Bapeten: Batam Jadi Percontohan "Tenorm"

Kamis, 12 September 2013 20:45 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir As Natio Lasman mengatakan lembaganya menjalin kerja sama dengan Pemerintah Batam untuk membangun tempat pengelolaan Technology Enhanced Naturally Occuring Radioactive (Tenorm) yang dihasilkan dari galangan kapal, perminyakan dan industri lain.

"Sejak 2011 kami sudah melakukan kerja sama dengan Batam yang direncanakan akan menjadi percontohan pembangunan tempat pengelolaan limbah dengan kadar radiasi radioaktif dan nulir di atas satu Becquerel (Bq)," kata dia di Batam, Kamis.

Ia mengatakan banyaknya galangan kapal di Batam juga menghasilkan limbah yang kemungkinan bisa mengandung zat radioaktif dan nuklir yang harus dikelola agar tidak menimbulkan radiasi pada masyarakat.

"Hingga saat ini pemerintah kota memang belum menyediakan lahan untuk pembangunan pengelolaan tenorm yang dalam 20-30 tahun tidak boleh dibangun fasilitas umum lain," kata dia.

Selain galangan kapal dan perminyakan, kata dia, Tenorm dapat dihasilkan dari beberapa kegiatan lain seperti pertambangan timah, pertambangan zircon.

"Kami pernah menemukan limbah hasil industri sekitar 1.000 Karung yang disinyalir ada radioaktifnya. Sampai sekarang masih diteliti. Yang 600 masih di bawah ambang batas, sisanya masih kami teliti dan jika diatas satu Bq maka harus disimpan pada tempat khusus hingga radiasinya hilang," kata Natio.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), kata dia, juga terus memberikan pelatihan tentang zat radioaktif dan nuklir pada pemerintah daerah melalui badan atau lembaga pengendali dampak lingkungan.

"Kami tidak mungkin setiap saat bisa datang ke daerah. Makanya kami terus membelikan pelatihan dan menjalin kerja sama dengan lembaga di daerah," kata dia.

Selain itu, kata dia, Bapetan juga tengah mengupayakan pemasangan alat diteksi radiasi nuklir (radiation portal monitor/RPM) pada masing-masing pelabuhan ekspor impor.

"Hingga akhir 2013 akan ada tujuh pelabuhan yang terpasang RPM yaitu Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, Semarang, Makasar, dan Sulawesi Utara," kata Natio.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026