Batam raih penghargaan dari Bapeten

id batam,penghargaan,bapeten,teknologi,nuklir

Ilustrasi: Petugas Bapeten memeriksa personel Bakamla yang baru saja mengamankan kapal bermuatan zat radio aktif untuk memastikan tidak terpapar zat berbahaya tersebut. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Kami sendiri juga tidak tahu kapan tim survey turun hingga Batam meraih predikat ini
Batam (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau meraih penghargaan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sebagai kota terbaik yang mendukung pencapaian standar keselamatan dan keamanan dalam pemanfaatan tenaga nuklir.

"Penghargaan ini diberikan dalam acara Bapeten Safety and Security Awards 2018 di Semarang hari ini. Penghargaan diterima langsung oleh Wakil Wali Kota," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Batam, Yudi Admaji di Batam, Kamis.

Batam menjadi yang terbaik dari tiga kota lain yang masuk kategori yaitu Surabaya dan Jakarta Timur.

Usai menerima penghargaan, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan penghargaan yang diberikan kepada Kota Batam karena pemerintah memberlakukan pengawasan ketat dan terukur dalam pemberian izin pemanfaatan nuklir.

Apalagi, jumlah industri, rumah sakit, klinik dan pihak-pihak lain yang memanfaatkan tenaga nuklir di kota itu relatif banyak.

"Pemkot Batam memiliki standar operasional prosedur yang cukup ketat dalam pemberian izin di bidang ini namun tetap mendukung tumbuh kembangnya industri sesuai dengan paraturan wali kota dan peraturan perundangan lainnya," kata Wakil Wali Kota.

Penghargaan BSSA diberikan berdasarkan penilaian kinerja fasilitas dengan indikator yang terdiri dari hasil inspeksi, pemantauan evaluasi dosis pekerja, pelaksanaan proses perizinan, dan kejadian kedaruratan.

Penilaian BSSA untuk kategori fasilitas menggunakan pendekatan "passing grade". Semua instansi yang masuk dalam "passing grade" berdasarkan hasil penilaian kinerja fasilitas dengan nilai rata-rata dari seluruh aspek penilaian lebih dari 95 akan mendapatkan penghargaan BSSA.

"Kami sendiri juga tidak tahu kapan tim survey turun hingga Batam meraih predikat ini. Namun dengan penghargaan ini mendorong kami untuk terus melakukan pembenahan dan tata kelola khususnya perizinan dan pengawasan ke depannya," kata Amsakar.

Kepala Bapeten, Jazi Eko Istiyanto mengatakan penghargaan tersebut bertujuan mendorong timbulnya budaya keselamatan dalam memanfatkan nuklir terhadap para pengguna tenaga nuklir, khususnya untuk tujuan industri dan kesehatan.

Ia menjelaskan, BSSA yang diberikan kepada pemerintah daerah didasarkan pada pertimbangan hasil inspeksi, evaluasi terhadap dosis radiasi bagi pekerja radiasi, proses perizinan, dan status kejadian kedaruratan nuklir di instansi tersebut menunjukkan kinerja keselamatan radiasi dan atau keamanan sumber radioaktif yang sangat baik.

"Selain itu BSSA juga diberikan kepada kepala daerah didasarkan pada pertimbangan bahwa daerah tersebut memiliki populasi instansi penerima BSSA dalam jumlah yang signifikan, sehingga dapat diasumsikan bahwa pemerintah daerah tersebut telah mendukung sepenuhnya terhadap Pencapaian BSSA yang diterima oleh instansi di daerahnya," kata dia.

Sementara penilaian BSSA kategori kabupaten/kota dinilai dari jumlah pemanfaatan di daerahnya terdapat 20 instansi pemanfaatan, kabupaten/kota dengan nilai persentase Indek Keselamatan Keamanan (IKK)/ Instansi 10 persen dan kabupaten/kota dengan nilai persentase BSSA/IKK 40 persen.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar