Logo Header Antaranews Kepri

13 PMA Ingin Investasi di Batam

Kamis, 19 September 2013 18:54 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 13 perusahaan asing menyampaikan keinginannya untuk berinvestasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam pada Agustus 2013.

"Rata-rata perusahaan tersebut bergerak dalam industri berat seperti perminyakan dan bangunan lepas pantai serta perkapalan," kata Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ilham Eka Hartawan di Batam, Kamis.

Selain bidang tersebut, kata dia, sebagian investor berminat membuka usaha bidang akomodasi, industri alat komunikasi tanpa kabel, dan industri ringan lain dengan total kebutuhan tenaga kerja mencapai 450 orang.

"Hingga Agustus sudah lebih dari 70 perusahaan modal asing berminat berinvestasi karena Batam dianggap masih kondusif dan memberikan peluang besar bagi pengembangan berbagai industri," kata dia.

Selain dari kawasan Asia seperti China, Taiwan, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, investor juga berasal dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan kawasan Eropa termasuk Eropa Timur.

"Targat kami sebenarnya masih kawasan Asia yang memiliki pertumbuhan ekonomi bagus, namun ternyata investor kawasan lain juga sudah menunjukkan ketertarikannya berinvestasi di Batam," kata Ilham.

Ilham mengatakan, pada 2013 sejumlah investor juga sudah merealiasaikan investasi luar negeri dan gabungan asing-Indonesia telah merealisasikan investasi di Batam.

BP Batam, kata Ilham, mulai mengutamakan perusahaan dengan produk berwawasan lingkungan (green industry) untuk berinvestasi di Batam guna menjaga sumberdaya alam yang ada tetap lestari.

"Arah kebijakan promosi yang dilakukan BP Batam, saat ini mulai menginncar industri yang hemat air seperti industri IT (teknologi informasi) agar lingkungan Batam tetap lestari," ucap Ilham.

Melalui strategi STP (segmen, target, position) kata dia, BP Batam tidak lagi mengincar industri boros air, seperti tekstil, kelapa sawit atau sejenisnya.

Ia mengatakan, masterplan lama dari pengembangan industri Batam, mengalokasikan air untuk industri sebesar 40 meter kubik per hektare setiap harinya, hal tersebut berdampak pada ketersediaan air di Batam yang semakin menipis.

"Saat ini kami sudah menentukan target beberapa perusahaan yang ada di China, Taiwan dan beberapa negara di Eropa. Promosi akan terus dilakukan, jika tidak ada halangan, Oktober akan dilakukan pameran konsep green industry," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026