Logo Header Antaranews Kepri

PPIH Batam Jamin Gizi Jamaah Haji

Kamis, 19 September 2013 18:59 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Batam menjamin gizi yang diberikan jamaah haji selama berada di asrama dan dalam penerbangan Saudi Arabian Airlines, sesuai kebutuhan jamaah.

Sekretaris PPIH Embarkasi Batam Mazdjad mengatakan di Batam, Kamis, menu makanan yang diberikan kepada jamaah disesuaikan dengan kebutuhan gizi jamaah dalam menunaikan ibadah, berdasarkan penelitian para ahli.

PPIH juga tidak sembarangan menetapkan perusahaan katering penyedia makanan, karena harus melalui rangkaian tes dalam proses tender.

Kepala Koki Aeronurti, katering untuk penerbangan Saudi Arabian Airlines, Didiet mengatakan pihaknya betul-betul menjaga higienitas makanan untuk konsumsi jamaah. Kandungan gizinya pun disesuaikan, mengingat penerbangan pesawat ke Tanah Suci yang panjang.

"Kandungan gizi yang terkandung di dalam menu makanan sudah kita takar sehingga sudah sesuai dengan kebutuhan kalori yang ada dalam tubuh kita," kata Didiet.

Ia memastikan seluruh bahan masak memiliki kualitas terbaik dan disimpan terpisah agar tidak saling mengkontaminasi, seperti daging, ikan dan sayuran dan buah.

"Kami pisahkan frezer untuk daging sapi, ayam, ikan, buah-buahan dan sayuran karena suhu udara yang dibutuhkan untuk tiap-tiap bahan makanan itu berbeda-beda sehingga tetap higienis," kata dia.

Di tengah keterbatasan ruangan di sekitar Bandara Hang Nadim, perusahaan katering itu membaginya menjadi delapan kamar terpisah, yaitu ruang tamu, ruang administrasi perkantoran, ruang rapat, ruang logistik atau gudang (store), ruang freezer untuk daging dan ikan, ruang memasak menu makanan, ruang membuat snack, dan ruang cuci perkakas. Pemisahaan itu untuk memastikan kebersihan masing-masing kamar.

Demi kebersihan juga, setiap pengunjung yang hendak masuk ke ruang pengolahan makanan harus menggunakan masker penutup mulut dan hidung untuk menghindari kontaminasi.

"Semua menu makanan harus disajikan higienis mulai dari peralatan, bahan dan para koki yang memasaknya. Untuk menjamin itu, peralatan yang digunakan harus dicuci dengan air bersih yang mengalir dan diperiksa terlebih dahulu sebelum digunakan," kata dia.

Selama satu kali penerbangan haji, pihaknya menyajikan dua kali makan berat dan satu makanan rungan. Menu yang disajikan, kata dia, sesuai permintaan beberapa Gubernur saat tes makanan dan disesuaikan dengan selera jamaah. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026