
Dari Mabes Sampai Lanal Amankan Pulau Terluar

Batam (Antara Kepri) - Operasi pengamanan pulau-pulau terluar NKRI yang berada di wilayah Kota Batam dilakukan tersistem mulai dari markas besar hingga Pangkalan AL Batam untuk menjaga wilayah dari pelanggaran keamanan dan kedaulatan.
"Pengamanan pulau terluar merupakan sistem operasi yang mulai digelar dari Mabes, lalu Komando Armada Barat yang didelegasikan ke Gugus Keamanan Laut Armabar, Lantamal hingga Lanal," kata Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (P) Denih Hendrata di Batam, Minggu.
TNI AL melaksanakan serangkaian operasi terbatas yang dilakukan mulai dari Pangamabar, Guskamla, Lantamal dan Lanal untuk menjaga pulau-pulau terluar, termasuk empat pulau terluar yang berada di wilayah Kota Batam.
Jika Pangamabar menggunakan Kapal Perang Indonesia dalam mengamankan perairan, maka Guskamla, Lantamal dan Lanal Batam memakai kapal-kapal dengan kapasitas di bawahnya, di antaranya Kapal Angkatan Laut (KAL) dan Patroli Keamanan Laut (Patkamla).
"Di Lanal Batam ada dua KAL, dan Patkamla lebih dari itu," kata dia.
Khusus perbatasan wilayah barat, kata Denih, pengamanan difokuskan di Selat Malaka dan Selat Singapura.
"Dan Lanal Batam hanya diperbantukan untuk operasi terbatas di wilayah Lanal Batam yang berhadapan dengan Singapura," kata dia.
Lanal Batam menjaga integritas negara dengan melakukan patroli terbatas yang terjadwal. Selain itu Lanal Batam juga melakukan monitoring kondisi perairan perbatasan, dibantu Pusat Komando dan Pengendalian Sistem Monitoring.
"Kewajiban kami monitoring, itu pun dibantu Puskodal," kata dia.
Pengamanan yang dilakukan TNI untuk penegakan hukum seperti penyelundupan barang dan manusia dan pengamanan kedaulatan negara di laut.
Pelanggaran kedaulatan negara di laut contohnya yaitu bila kapal asing melakukan labuh jangkar di wilayah Indonesia dan lalu lintas kapal perang negara lain.
Menurut Denih, pelanggaran kedaulatan negara jarang terjadi di Perairan Batam karena negara tetangga saling menghormati.
Sementara itu, pengamanan daerah perbatasan tidak hanya dilakukan TNI AL sendiri, melainkan juga bekerjasama dengan negara jiran Singapura dan Malaysia.
"Ada kerja sama dengan Malaysia yaitu Malindo dan dengan Singapura yaitu Indosin," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
