Logo Header Antaranews Kepri

Polisi Perbatasan Dilatih Tangani Imigran Ilegal

Kamis, 10 Oktober 2013 21:50 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Aparat kepolisian di daerah perbatasan mendapat pelatihan agar bisa bertindak cepat menangani warga asing atau imigran ilegal, kata seorang sumber.

"Dengan pelatihan itu diharapkan aparat kepolisian di perbatasan bisa lebih siaga, cepat tanggap, dan memiliki kemampuan yang lebih sehingga mudah dalam berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," kata Kepala Biro Pembinaan Operasional Baharkam Mabes Polri Brigjen Pol M Ghufron usai membuka pelatihan di Polres Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis.

Ghufron mengatakan, aparat kepolisian khususnya di perbatasan diharapkan memiliki kemampuan lebih untuk menangani warga asing atau pencari suaka, karena Indonesia merupakan negara persinggahan sebelum mereka menuju negara lain.

"Dengan kesiapsiagaan para personel kepolisian di perbatasan itu, tentu natinya diharapkan menghasilkan solusi yang baik," ujarnya.

Petugas kepolisian yang mendapat pelatihan di Tanjungpinang sebanyak 75 orang, selain itu ada pelatihan untuk aparat kepolisian di sejumlah daerah lainnya di Indonesia yang difasilitasi oleh International Organization for Migration (IOM).

Provinsi Kepulauan Riau sebagai daerah perbatasan juga sangat rentan masuknya para imigran gelap dari Malaysia.

Kepolisian bersama aparat terkait juga beberapa kali mengamankan imigran gelap yang masuk dari Malaysia melalui Berakit, Kabupaten Bintan.

"Kita bertetangga sehingga saling keluar masuk itu biasa, makanya pelatihan ini diharapkan meningkatkan kesiapan dan cepat tanggap kalangan aparat di perbatasan," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026