Logo Header Antaranews Kepri

Dokter di Kepri Diimbau Tidak Mogok

Selasa, 26 November 2013 22:12 WIB
Image Print
Ing Iskandarsyah (antarakepri.com)

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Provinsi Kepulauan Riau Ing Iskandarsyah mengimbau para dokter tidak melakukan mogok kerja pada Rabu, karena aksi seperti itu hanya akan merugikan masyarakat.

"Saya rasa tidak bijak jika seluruh dokter melakukan mogok kerja sebagai bentuk aksi keprihatinan terhadap tiga dokter di Manado yang ditahan oleh kepolisian. Lebih baik aksi dilakukan dalam bentuk lain, yang tidak mengganggu fungsi pelayanan para dokter ke masyarakat," kata Iskandarsyah, yang juga Wakil Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri), di Tanjungpinang, Selasa.

Ia mengemukakan, para dokter memiliki tugas yang mulia, karena sehari-hari memeriksa dan merawat pasien. Jika dalam sehari saja dokter tidak merawat, maka dapat membahayakan keselamatan pasien.

"Ada banyak pasien di rumah sakit dan puskesmas yang membutuhkan bantuan para dokter," ujarnya.

Iskandarsyah mengemukakan, masyarakat, terutama pasien dan keluarga pasien pasti tidak menerima jika dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia Kepri melakukan mogok kerja secara massal. Pasien maupun keluarga tentu merasa khawatir.

"Kami minta para dokter yang mempertimbangkan hal itu," katanya.

Dari Batam dilaporkan, Ikatan Dokter Indonesia Kepri sepakat melakukan mogok massa pada Rabu sebagai bentuk keprihatinan atas penangkapan terhadap tiga dokter di Manado yang dituduh malpraktik.

"Kami mohon maaf, izinkan kami untuk sehari saja tidak melayani masyarakat. Kami tidak ingin rekan-rekan kami yang lain mengalami hal serupa," kata dokter senior IDI Kepri, Amir Hakim Siregar seusai pertemuan para dokter se-Kepri di Batam.

Meski seluruh dokter di Kepri sepakat mogok selama satu hari, namun pasien kategori gawat darurat tetap akan dilayani di seluruh rumah sakit.

"Kami mogok agar aksi dokter untuk menyembuhkan pasien dilindungi dan tidak diintimidasi. Bukan justru disalahkan seperti kondisi tiga rekan kami," kata dia.

Ia mengatakan, kondisi yang menimpa tiga dokter di Manado Sulawesi Utara tersebut berdampak buruk secara psikologis bagi seluruh dokter di Indonesia.

"Saat ini dokter sedang dizalimi. Akibat sistem kesehatan yang buruk di Indonesia, dokter dan rakyat menjadi korban," kata Amir.

Jika besok dokter meliburkan diri, kata dia, itu untuk memikirkan bangsa, bukan karena dokter egoistis atau ada niat lain.

Amir berharap dengan aksi mogok tersebut, dokter yang menolong masyarakat ke depan tidak akan diintimidasi dan mendapatkan perlindungan dari tuduhan tidak mendasar.

"Semoga aturan soal kesehatan ke depan lebih baik. Karena sistem yang buruk, akan menghasilkan hal yang buruk juga. Ujung-ujungnya masyarakat yang dirugikan," kata dia.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026