
PAD Bintan Masih Bertumpu pada Pariwisata

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pendapatan asli daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, hingga saat ini masih bertumpu pada sektor pariwisata, sedangkan pertambangan, pertanian dan kelautan belum dapat menyainginya.
"Sebesar 50 persen pendapatan asli daerah (PAD) bersumber dari sektor pariwisata, sedangkan PAD Bintan tercatat sekitar Rp180 miliar," kata Kepala Dinas Pariwisata Bintan Setioso di Tanjungpinang, Jumat.
Ia menambahkan pendapatan dari sektor pariwisata berasal dari pembayaran pajak dan retribusi restoran dan hotel di kawasan pariwisata berskala internasional di Lagoi. Tempat wisata lainnya juga memberi kontribusi, namun tidak sebesar Lagoi.
"Setiap tahun PAD yang bersumber dari Lagoi berada pada posisi pertama," ujarnya.
Setioso mengaku belum merasa puas dengan keberhasilan tersebut. PAD yang diperoleh dari Lagoi, kata dia, bergantung pada tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Sementara jumlah wisman yang berkunjung ke Lagoi tidak stabil.
Bila musim angin utara, seperti sekarang ini, jumlah wisman yang berkunjung ke Lagoi berkurang. Wisman lebih tertarik mengunjungi kawasan wisata di negara lainnya, yang gelombang lautnya relatif kecil.
"Wisman takut terhadap gelombang laut yang tinggi di musim angin utara sehingga mereka tidak berani mengunjungi Bintan. Musim angin utara ini diperkirakan terjadi hingga Januari 2014," ungkapnya.
Untuk meningkatkan jumlah wisman pada saat musim angin utara, Dinas Pariwisata Bintan memiliki strategi dengan menggelar Vestival Layang-Layang Internasional pada 7 Desember 2013, dan pertandingan papan selancar tingkat Asia pada Januari 2014.
"Pertandingan itu merupakan strategi kami untuk menarik kunjungan wisman," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
