
Musim Utara Isolasikan Natuna

Natuna (Antara Kepri) - Musim utara yang ditandai dengan hujan, angin dan gelombang tinggi di perairan laut wilayah Natuna akan mengisolasikan masyarakat di daerah tersebut karena transportasi kapal tidak sanggup menghadang ombak laut.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ranai, Yassinson Ilyas saat ditemui di Ranai, Senin, mengatakan musim utara akan mencapai puncaknya dari bulan November hingga Maret.
"Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, musim utara merupakan musim yang paling dikhawatirkan oleh masyarakat karena aktivitas perekonomian terhenti dan transportasi penyeberangan antar pulau akan terganggu," kata Yassinson.
Ia menjelaskan, dari pengamatan BMKG kecepatan Angin dan Gelombang laut di wilayah Natuna akan memasuki puncaknya. Kecepatan angin diprediksi mencapai 23 kilometer per jam dan ketinggian
gelombang laut di perairan Natuna mencapai 2,3 sampai 3,5 meter sehingga akan mengancam keselamatan nelayan.
Ia mengingatkan kepada masyarakat nelayan yang berangkat melaut senantiasa waspada karena ketinggian gelombang bisa saja mendadak berubah dan bertambah tinggi karena dipicu angin kencang itu.
"Para nelayan terkadang tidak bisa mengontrol jarak keberadaannya, kadang dengan kapasitas perahu 4 GT biasa menempuh jarak sekitar tiga mil, bahkan sampai lima mil, dan hal itu berbahaya. Untuk itu kita menghimbau kepada para nelayan supaya waspada," katanya.
Sementara itu, lanjut Yassinson, suhu minimum 22 derajat Celsius dan maksimum berkisar 31 derajat, dengan curah hujan lebih besar dalam beberapa pekan ini.
"Dalam beberepa hari kedepan, curah hujan di wilayah Natuna akan lebih besar dari biasanya, dengan suhu minimum 22 derajat hingga 31 derajat. ini tidaklah berpengaruh kepada masyarakat," katanya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
